Masyarakat Gili Indah saat mengikuti diskusi publik yang digelar oleh LSM LIRA. FOTO ANGGER RICO/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Terkait dengan pelaksanaan Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan dilaksanakan di Denpasar Bali pada November mendatang, kawasan wisata tiga gili (Trawangan, Meno, dan Air) harus menyiapkan sarana dan prasarana.

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Sebab bukan tidak mungkin destinasi itu akan dikunjungi oleh pejabat Negara yang mengikuti kegiatan. Untuk itu, pada Sabtu (22/10) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Lombok Utara menggelar diskusi publik.

Diskusi publik yang dihelat di Kantor Desa Gili Indah tersebut, untuk membedah sengkarut permasalahan yang tengah dihadapi oleh ketiga pulau ini. Pasalnya, selain persoalan sampah yang seolah tidak ada ujungnya, masalah ketersediaan air bersih belakangan menjadi trending yang belum tuntas dibahas. Dalam diskusi yang dihadiri oleh Camat Pemenang Datu Aryanata, pihak pemerintah desa, serta puluhan masyarakat tersebut menguapkan sejumlah informasi.

“Kita melihat banyaknya persoalan hari ini khususnya di gili indah kaitan dengan air dan lain sebagainya sehingga kita coba untuk menguak persoalan ini ke khalayak banyak,” ujar Dewan Kehormatan LSM LIRA KLU Bimbo Asmuni.

Menurutnya, isue miring yang berkembang nanti jangan sampai justru meledak manakala kegiatan yang ada di pulau tetangga itu terselenggara. Tiga Gili yang menjadi destinasi wisata dunia dan dekat dengan Bali memiliki potensi besar untuk dikunjungi.

Sehingga baik masyarakat pun pemerintah setempat harus berbenah dalam rangka menyiapkan fasilitas penunjang untuk menyambut para tamu negara ini. Terlebih, lanjut Bimbo, ketersediaan air saat ini menjadi kendala lantaran belum ada kejelasan siapa yang akan mendistribusikan di pulau.

“Dan yang paling sensitif itu adalah air, jangan sampai ketika acara itu ini mencuat lagi sehingga pemerintah tidak siap dan masyarakat juga tidak siap,” katanya.

“Kemudian masalah sampah, ini juga menjadi atensi kami jadi pemda tidak bisa sendiri maka dari itu kami hadir untuk memberikan solusi. Kita akan memback up segala persoalan ini bersama warga di gili indah,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Pemenang Datu Aryanata mengatakan, diskusi ini merupakan kegiatan yang sangat bagus terutama menjadi masukan bagi pemerintah daerah. Membedah menyangkut masalah yang ada dipulau, ditengah persiapan menyambut KTT G20 merupakan hal yang baik untuk ditindaklanjuti.

Khusus dalam diskusi, menguap jika masalah air bersih PDAM disebutnya sudah mengeluarkan kebijakan untuk pemasangan water meter secara gratis bagi warga, namun khusus pengusaha tetap bayar seperti biasa.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Pihak PDAM tadi sudah mengaku tidak masalah dan siap menyuplai air terlepas dari perushaan mana saja yang akan menyediakan yang penting air tersedia. Terkait diskusi seperti ini jangan hanya sekali dua kali saja, perlu diperbanyak sehingga ini bisa menjadi masukan. Kami sangat mengapresiasi LSM LIRA,” tandasnya. (iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here