
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan mengambil sikap menyangkut one gate sistem di tiga gili. Namun keputusan itu akan disampaikan usai gelaran Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) dan WSBK yang akan berlangsung bulan ini. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu disela-sela kegiatan di Tanjung, Senin (7/11).
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Menurutnya, pihaknya sudah melakukan rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hasilnya semua pihak sepakat untuk terus melanjutkan uji coba penerapan one gate yang saat ini berjalan di Bangsal. Kendati, untuk finalnya nanti akan disampaikan dengan mengundang seluruh pihak terkait. Djohan belum menyebut secara gamblang apakah pola akan mengadopsi uji coba sekarang atau ada perubahan.
“Kemarin kita sudah rapat bersama dengan Forkopimda dan kita sepakat nanti kita sampaikan, sekarang fokus selesaikan KTT G20 dengan WSBK setelah itu baru ada sikap kita,” ujarnya.
Dikatakan, pihak manajemen hotel, pengusaha kapal cepat, serta Koperasi Karya Bahari (KKB) akan dikumpulkan usai gelaran acara besar itu selesai. Namun demikian, Bupati mengaku tidak ingin ada pihak yang menonjol sendiri tentu semua harus berjalan bersama dengan baik, terlebih untuk mengatur serta memberikan rasa aman dan nyaman untuk seluruh wisatawan yang datang berkunjung. Menyoal syarat dan lain sebagainya menyangkut kapal, pihaknya menyerahkan ke Dinas Perhubungan dan Kelautan.
“Tapi jangan ribut sekarang ini karena masih ada event besar nanti akan ada keputusan. Lan uji coba tetap jalan kita ingin pengertian semua pihak tidak bisa satu pihak saja yang menonjol saya tidak mau itu,” tegasnya.
“Kita akan panggil semua yang terlibat di situ. Tentu semua dengan standar kelayakan itu kita syaratkan nantinya soal kapal itu urusan perhubungan dan kelautan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dishub Lombok Utara Wahyu Darmawan menjelaskan, uji coba one gate sistem tetap berjalan hanya saja diatur jalur penyebrangan antar provinsi. Pasalnya, suksesi event KTT G20 dan WSBK merupakan prioritas pemerintah saat ini, aturan itu muncul setelah terbit surat dari Dirjan Perhubungan Kelautan. Wahyu mengaku, saat ini kapal cepat bisa menurunkan dan mengangkut penumpang di Pelabuhan Gili Trawangan. Kendati untuk pulang kembali ke Bali, wisatawan disarankan melalui Pelabuhan Bangsal dan juga Gili Trawangan.
“Artinya keberangkatannya melalui pelabuhan yang diawasi oleh kementerian perhubungan yaitu Pelabuhan Bangsal dan Gili Trawangan. Yang dari Bali bisa turunkan penumpang langsung ke tiga gili cuma untuk baliknya bisa memilih antara Gili Trawangan dan Bangsal,” jelasnya.
Menyangkut tudingan kapal penyedia transportasi lokak dalam hal ini KKB yang dianggap belum layak, Mantan Kabag Ekonomi Setda KLU ini mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dirjen Perhubungan Laut nantinya akan ada supervisi turun lapangan guna mengecek seluruh sarana dan prasaran kesiapan kapal. Terlebih kapal tersebut digunakan untuk mengangkut wisatawan mancanegara.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Kami sedang koordinasi dengan Dirjen Perhubungan Laut untuk nanti laksanakan supervisi beberapa hari ke depan terkait dengan kelayakan kapal. Nanti di cek mungkin standarisasinya seperti apa, kemudian sop nya seperti apa, karena kalau kapal bagus tapi kalau tidak ditunjang oleh fasilitas pendukung yang memadai ya nggak bisa juga,” pungkasnya.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli






