
GerbangIndonesia, Lotim – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur memanggil jajaran direksi PD Agro Selaparang, Selasa (22/11). Pemanggilan perusahaan daerah ini menindaklanjuti tuntutan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lombok Timur yang melakukan aksi demonstrasi di kantor Bupati Lombok Timur, Senin (22/11). Demo dilakukan para mahasiswa terkait program pengadaan beras oleh PD Agro Selaparang yang diperuntukkan bagi ASN.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Terkait hal itu Ketua Komisi III DPRD Lotim, H Lalu Hasan Rahman meminta agar kebijakan dan manajemen PD Agro segera diperbaiki. Sebab jika tidak manajemen tersebut tidak segera diperbaiki maka perusahaan tersebut akan kolaps.
“Untuk beras jangan terlalu muluk-muluk ke arah sana. Lebih baik pokus pada usaha yang sudah ada saja seperti pupuk dan usaha yang lainnya,” terangnya saat ditemui disela acara hearing bersama jajaran direksi PD Agro Selaparang, Selasa (22/11).
Program pengadaan pupuk yang saat ini dijalankan PD Agro menurutnya sudah baik. Sebab keberadaan program tersebut bisa membantu para petani sehingga pupuk tidak langka dan mahal. Selain itu usaha ini juga dinilai bisa menekan angka Inflasi daerah.
Sementara usaha beras yang saat ini di jalankan PD Agro Selaparang menurutnya justru akan menyebabkan Inflasi. Selain itu usaha beras, usaha kacang-kacangan dan sejenisnya sudah banyak dilakukan oleh masyarakat.
“Kalau beras, kacang-kacangan dan usaha lainnya itu lebih baik tidak usah lah karena di masyarakat sudah banyak yang menjual itu, jangan ikut-ikutan dan itu juga akan meningkatkan inflasi karena ASN ini juga sudah punya banyak stok beras di rumahnya,” imbuhnya.
Kata dia, usaha jual beras tersebut diakuinya merupakan strategi Bupati Lotim untuk mengantisipasi agar PD Agro tidak bangkrut. Namun kebijakan tersebut dinilai keliru. Ia menyebut selama ini pengeluaran PD Agro lebih banyak dibandingkan dengan pendapatan sehingga diharapkan agar manajemen PD Agro diperbaiki secara menyeluruh.
“Makanya tadi kami minta kepada PD Agro jika tidak berani mengurangi personilnya maka gajinya yang dikurangi, yang semula mendapat gaji Rp 2 juta menjadi Rp 250 saja. Artinya kalau pendapatannya itu Rp 100 juta, iya Rp 50 juta digunakan untuk gaji karyawan dan operasional dan Rp 50 jutanya lagi sebagi pendapatan,” imbuhnya.
Jika menajemen tidak segera dievaluasi lanjut Lalu Hasan, maka PD Agro tidak akan pernah sehat dan tetap akan merugi setiap tahunnya. Kata dia, selama tiga bulan kedepan, Dewan akan terus memantau pergerakan dari PD Agro, jika keadaannya tetap seperti saat ini maka Dewan akan mengajukan agar PD Agro Selaparang dibubarkan saja.
“Kalau tidak bisa sehat selama tiga bulan ini lebih baik kita ajukan untuk dibubarkan saja, kemarin kami juga sudah kasih Rp2,5 miliar tapi itu sudah habis bulan ini. Memang ada untungnya tapi lebih besar ruginya,” pungkasnya.
Sementara itu Direktur Umum PD Agro Selaparang, M Ali Rafsanjani menyampaikan bahwa terkait usaha beras tersebut hanya salah paham saja. Karena sebelumnya PD Agro dinilai hanya mengambil beras di pengusaha beras saja. Namun beras-beras tersebut diakuinya diambil dari beberapa UMKM yang ada di Sakra Barat.
“Beras itu kami ambil dari pengusaha kecil UMKM bukan pengusaha besar. Itu yang pertama, jika nabati usaha ini semakin besar maka kita akan mengambil di berbagai UMKM, perwakilan UMKm yang ada di daerah tengah, Timur, selatan dan UMKM yang ada di bagian barat artinya semua UMKM bisa mendapatkan itu, itu sebenarnya tujuan kami untuk memberdayakan UMKM ini tapi baru saja kami mulai sudah ribut,” ungkapnya.
Ia juga meyebut terkait kondisi agro pada tahun ini dirinya tidak bisa berkomentar terlalu jauh. Sebab kata dia, dirinya baru dilantik beberapa bulan yang lalu. Namun di satu sisi dirinya mengakui bahwa kondisi agro beberapa tahun sebelumnya memang mengenaskan dan selalu merugi.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
Sebelumnya PD Agro Selaparang juga sudah membuat program pengadaan cangkang kemiri bagi para petani. Namun program tersebut tidak berjalan maksimal. Sehingga mengusulkan untuk membuat program pengadaan beras bagi ASN yang diharapkan bisa menjadi solusi bagi PD Agro Selaparang untuk bisa lebih sehat. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli






