
GerbangIndonesia, Asahan – Kapolres Asahan AKBP Roman Smaradhana Elhaj mengungkapkan keprihatinannya terhadap tindak kekerasan yang dilakukan oleh pelajar akhir-akhir ini, seperti pembacokan, tawuran, dan aksi geng motor.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Hal tersebut disampaikan Kapolres Asahan AKBP Roman Smaradhana Elhaj, pasca berdialog dengan F (13) di Polres Asahan, Senin (28/11/2022).
F diduga melakukan pembacokan terhadap temannya sendiri pada tanggal 26 November 22 di Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Asahan.
Berdasarkan keterangan Polisi, peristiwa tersebut terjadi, diduga karena persoalan sepele. Pelaku sakit hati, karena pacar pelaku dibully oleh korban berinisial S yang ternyata masih satu sekolah dengan pelaku.
Menurut keterangan, peristiwa pembacokan tersebut dilakukan tanpa direncanakan.
“Saat itu, pelaku berpapasan dengan korban saat mengendarai sepeda motor. Langsung mengambil parang yang kebetulan ada di sekitar lokasi. Lalu membacok korban beberapa kali dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit,” terangnya.
Terkait peristiwa tersebut, pelaku tetap diproses. Namun, karena pelaku masih di bawah umur, dilakukan diversi sebelum ke tahap berikutnya sebagaimana dalam undang-undang peradilan pidana anak.
Menurutnya, berbagai peristiwa yang terjadi saat ini, harus disikapi dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif bagi para pelajar.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Ini harus menjadi perhatian kita semua, terutama orang tua. Pendidikan tidak cukup dari sekolah, namun terlebih penting itu pendidikan karakter datangnya dari rumah. Saya turut prihatin kenapa hal ini bisa terjadi,” pungkasnya. (*)
Kontributor Sumut: Immanuel Situmorang
Editor: Lalu Habib Fadli






