Terlihat gedung layanan RSUD sebagai pusat kesehatan di daerah. FOTO ANGGER RICO/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Sebagai pusat layanan kesehatan terbesar di gumi Tioq, Tata, Tunaq, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lombok Utara terus meningkatkan upaya kaitan dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat. Komitmen pembenahan itu dituturkan Sekretaris Daerah (Sekda) Anding Duwi Cahyadi, Rabu (30/10).

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Menurutnya, banyak hal yang harus dibenahi di RSUD mulai dari manajemen hingga pelayanan kepada para pasien, dan hal itu idealnya sudah mulai dilakukan. Dilihat dari segala sisi perbaikan pertama yang paling penting mengarah pada aspek pelayanan. Pasalnya, selama ini bahkan hingga sekarang masih ditemui muncul mindset seakan-akan masyarakat yang berobat ke sana merupakan pihak yang butuh.

“Ini butuh waku pelan pelan kita perbaiki. Mereka (Pejabat RSUD) yang sudah kita tempatkan berikan kepercayaan kepada mereka untuk bekerja menunjukkan yang terbaik buat masyarakat Lombok Utara. Ketika nanti dianggap belum mampu, ya kami harus ganti dan berikan orang yang memang mau bekerja dan berkorban untuk Lombok Utara,” ungkapnya.

Pelayanan merupakan marwah dari RSUD Lombok Utara lantaran hal itu adalah ujung tombak bagi layanan kesehatan. Jika masyarakat atau pasien tidak puas, maka hal itu justru akan mempengaruhi citra baik atau buruknya kinerja suatu instansi tersebut. Maka dari itu, Sekda menyebut semua elemen harus terlibat dan berkomitmen memberikan segala tenaga serta pikiran pun berdedikasi guna menampilkan pelayanan yang prima.

Selain aspek pelayanan, Dokter Spesialis juga menjadi catatan tersendiri bagi Pemerintah Daerah. Anding menyebut meski dokter spesialis kurang lebih lengkap di RSUD namun faktanya, masih banyak pasien yang notabene warga Lombok Utara justru dirujuk ke Rumah Sakit Provinsi atau ke Kota Mataram. Pihaknya tak menampik hal itu, namun entah terkendala peralatan atau hal teknis lainnya ini juga merupakan PR yang nantinya harus diselesaikan. Jika mana yang menjadi penyebab adalah Alat Kesehatan (Alkes) tentu pihaknya akan berkoordinasi dengan manajemen supaya dilengkapi.

“Seharusnya yang kita mau dengan keberadaan RSUD bisa selesai sampai di sini. Namun yang terjadi banyak pasien dirujuk ke RS Provinsi dan Mataram ini harus kita kurangi,” harapnya.

“Artinya dari sisi pelayanan kita masih belum maksimal. Ini kita butuh waktu dari sisi manajemen pengelolaan RSUD banyak hal dan saya lihat sudah mulai sekarang, karena mereka ini mulai bukan dari Nol tapi dari minus. Kita harap berikan mereka waktu bekerja,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasi Humas RSUD Lombok Utara Anggi Hidayat menjelaskan, tahun ini manajemen sudah menyiapkan sejumlah program guna membawa pelayanan kepada masyarakat. Misalnya seperti homecare, ketika pasien tidak bisa ke RSUD lantaran penyakit, maka petugas akan melakukan kunjungan ke rumah untuk merawat. Kemudian pembenahan di Font Office penerimaan awal pasien juga dibenahu, sesuai dengan moto RS bagaimana membentuk seperti layanan di hotel karena kesan pertama dirasa sangat penting.

“Lalu ada si pentol pendaftaran online supaya masyatakat gampang akses pendaftaran tidak antre lagi. RS ramah anak kita konsep dari pertama pelayanan misalnya besok tidak lagi dokter visite di ruangan tapi tempat bermain supaya anak tidak paranoid. Program unggulan layanan kegawat daruratan ibu hamil dan bayi baru hamil persalinan aman bayi sehat dan angka kematian ibu dan anak turun yang kita sebut Permataku,” jelasnya.

Sementara itu, warga Dusun Dasan Lekong Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung, Ahmad Yani (60) merasakan dampak signifikan menyangkut perubahan pelayanan yang mulai diterapkan oleh jajaran manajemen RSUD Lombok Utara. Hal ini menyangkut bagaiamana ketika pihaknya mengakses pengobatan tidak lagi ribet dan lebih mudah. Demikian pula layanan informasi oleh Customer Service yang ia rasa sangat baik. Dirinya mengisahkan, beberapa waktu lalu melakukan pemeriksaan mengenai apa yang ia rasakan dibagian perut. Hanya menunggu belasan menit hasil tersebut sudah keluar, hal tersebut merupakan kemudahan yang dirasakan pria awam parubaya tersebut.

“Ya kemarin itu cepat gak nunggu lama. Saya berterimakasih, dengan begitu saya bisa melakukan operasi segera dengan penyakit yang saya derita,” katanya.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Kita masyarakat ini bagaimana agar tidak ribet saja, dan tidak nunggu lama-lama. Kalau bisa kedepan Rumah Sakit bisa terus ditingkatkan agar pengobatan bisa selesai di sini saja, berarti tidak kita sampai pergi ke Mataram,” demikian dia.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here