
GerbangIndonesia, Lotim – Sektor pertanian menjadi sorotan karena memiliki kaitan erat dengan ketahanan pangan nasional. Untuk itu, ketahanan pangan menjadi sesuatu yang harus diupayakan mencegah dari krisis pangan. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik saat membuka Acara Kampanye Hasil Kegiatan Rekomendasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (RPLP2B) di Pondopo Bupati, Rabu (29/12).
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Sekda sendiri menjamin ketersediaan pangan di daerah ini tercukupi. Hal itu terlihat bahwa Lombok Timur mampu mencukupi kebutuhan pangan, peternakan dan kebutuhan pokok lainnya.
“Terbukti, daerah kita mampu mencukupi kebutuhan pangannya. Apakah itu pertanian, peternakan dan tentu kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya,” ungkapnya.
Kendati demikian, sebagai upaya mengendalikan inflasi ditekankan perlunya memasyarakatkan gerakan menanam. Sebab di samping memastikan rantai distribusi stabil, juga penting untuk memastikan agar pertanian berkelanjutan karena bagaimana juga sektor pertanian masih menjadi tempat bergantungnya masyarakat.
Disebutkan jumlah lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) luasnya mencapai lebih dari 35 ribu hektare sehingga dengan luas tersebut masih dapat menyokong ketersediaan pangan masyarakat Lombok Timur hingga 2050 mendatang. Untuk itu ia memastikan LP2B ini terintegrasi dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW).
“Kami ucapkan terimakasih dan kami sangat mengapresiasi semua pihak yang tidak mementingkan ego sektoral sehingga apa yang dihasilkan pada kegiatan ini bisa menjadi konsep bersama,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, Sahri menyampaikan bahwa sektor pertanian merupakan tumpuan ekonomi dan penggerak utama ekonomi nasional dan daerah.
“Petani adalah subjek dan objek dari pembangunan. Kondisi pertanian di Indonesia didominasi oleh petani berlahan sempit dan berbagai keterbatasan, termasuk di Lombok Timur,” sebutnya.
Kata dia, laju pertumbuhan penduduk Lombok Timur periode 2010 – 2020 sebesar 1,77 persen pertahun, sedangkan laju pertumbuhan penduduk periode 2020 – 2021 sebesar 1,88 persen pertahun. Berdasarkan angka tersebut diproyeksikan tahun 2050 mendatang jumlah penduduk Lombok Timur mencapai lebih dari 2 juta jiwa.
Menilik luas LP2B di Lombok Timur 35.436,21 hektare dengan rata-rata produksi padi yang dihasilkan adalah 255,911 ton pertahun maka kebutuhan pangan beras 250.457,06 ton pertahun pada 2050 mendatang masih dapat tercukupi.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Namun masih ada tantangan seperti keterbatasan sumber daya air dan irigasi. Karenanya program pencegahan alih fungsi lahan harus dilaksanakan secara terintegrasi,” pungkasnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli






