Pelaku saat diinterogasi saat konferensi pers di Mapolda NTB, Senin (16/1/2023). FOTO LALU HABIB FADLI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Mataram – Tim Jatanras Ditreskrimum Polda NTB akhirnya membekuk seorang daftar pencarian orang (DPO) kasus pencurian dengan kekerasan.

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto SiK MSi menjelaskan, bahwa pelaku AJI alias AP, merupakan otak kasus pencurian dengan kekerasan dengan dua TKP di Kecamatan Jonggat dan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah dua bulan lalu.

“Sebelumnya dua pelaku lain yakni N dan M sudah ditangkap pada 3 dan 4 Desember 2022,” ujar Kombes Pol Artanto dalam konferensi pers di Mapolda NTB, Senin (16/1/2023).

Perwira Melati Tiga itu menjelaskan bahwa pelaku AP ditangkap di rumahnya di wilayah Pujut Lombok Tengah pada 30 Desember 2022. Dia sebelumnya ditetapkan menjadi DPO setelah kedua anak buahnya ditangkap polisi.

“Saat ditangkap, pelaku melakukan perlawanan sehingga anggota melakukan tindakan tegas dan terukur,” tuturnya.

Adapun barang bukti (BB) yang berhasil diamankan yakni satu unit sepeda motor, dan satu buah parang sepanjang 60 cm.

“Pelaku kita sangkakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara,” sebut Artanto.

Direktur Ditreskrimum Polda NTB, Kombes Pol Teddy Ristiawan menambahkan bahwa pelaku AP sangat lihai dan sering berpindah-pindah.

“Anggota mulai melakukan pengintaian pukul 22.00 wita, dan subuh baru kita bisa amankan,” ulasnya.

Sementara pelaku AP kepada media mengaku, dari hasil curian tersebut, digunakan untuk membayar utang dan berfoya-foya. Sedangkan hasil kejahatan berupaya barang-barang berharga, termasuk emas, sudah djual ke sejumlah warga di sekitar Lombok Tengah.

“Jualnya ke orang, bukan toko emas,” akunya.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

Diberitakan sebelumnya, terdapat dua TKP dalam kasus yang melibatkan pelaku AP. Pertama di Kecamatan Pringgarata, dimana korban mengalami kerugian mencapai Rp 131 juta. Sedangkan TKP kedua di Pengenjek Kecamatan Jonggat korban mengalami kerugian Rp 81 juta lebih. (abi)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here