
GerbangIndonesia, Lotim – Dalam rangka menekan angka stunting di Provinsi NTB khususnya di Lombok Timur, Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur melaunching Gotong Royong Bakti Stunting di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik Utara, Lombok Timur, Senin (22/05/2023).
Baca Juga: Demi Indonesia Emas 2045, Kapolri Minta Serikat Mahasiswa Muslimin Ingat Soal Ini..
Bakti Stunting ini merupakan pemberian bantuan makanan berupa telur, susu kepada anak-anak yang terkena stunting di Lombok Timur. Melalui program ini, pemerintah bekerjasama dengan para siswa-siswi SMA/SMK untuk menyumbangkan satu telur yang kemudian dibagikan ke masing-masing Puskesmas yang ada di Lotim.
Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyebutkan, stunting adalah salah satu program prioritas Nasional dikarenakan banyaknya dampak dari stunting terhadap SDM di masa yang akan. Untuk itu penurunan stunting merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan bahkan dihilangkan dari NTB.
“Tapi memang angka stunting di Indonesia ini secara nasional datang dari angka survey. Tetapi Alhamdulillah Lombok Timur sudah bisa membuktikan bahwa NTB khususnya Lombok Timur bisa menyajikan data by name by andress,” terangnya saat launching Bakti Stunting, Senin (22/05).
Disebutnya, provinsi yang bisa menyajikan data stunting by name by andress di Indonesia hanya Provinsi NTB. Bahkan data stunting by name by andress yang telah terinput sampai saat ini telah mencapai 100 persen.
Ter-inputnya data stunting by name by andress tidak lepas dari aktifnya para kader Posyandu dan Puskesmas dalam meng-input data stunting.
Diakuinya pula, kasus stunting di Lombok Timur selama lima tahun terakhir ini mengalmi penurunan yang sangat tajam, jika dibandingkan dengan angka stunting pada lima tahun sebelumnya yang hampir mencapai 40 persen.
“Penurunan kasus stunting di Lombok Timur sangat tajam, karena tepat intervensinya, posyandunya juga aktif petugas Puskesmas juga aktif, semuanya aktif. Jadi sangat tepat sekali Bupati memilih Kadis Kesehatan,” ujarnya bangga.
Melihat penurunan kasus stunting di Lombok Timur, Wakil Gubernur optimistis pada tahun mendatang kasus stunting di NTB khususnya di Lombok Timur bisa mencapai target nasional sebesar 14 persen.
“Kami harap ini bisa dipertahankan meski kami dan Pak Bupati sudah tidak menjabat lagi,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy berharap kepada Puskesmas, desa hingga kepala dusun bisa mengawal perogram Bakti Sosial ini dengan sebaik-baiknya agar program ini bisa berjalan dengan baik dan bisa tepat sasaran.
“Jangan sampai telur-telur ini dinikmati oleh orang tua anak. Tetapi pastikan yang menikmati telur-telur ini adalah anak-anak yang terkena stunting itu, supaya program ini bisa tepat sasaran,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H Pathurrahman menjelaskan, pengendalian stunting di Lombok Timur menjadi perhatian serius bahkan menjadi perhatian Nasional. Hal ini dikarenakan stunting sangat berdampak terhadap generasi muda pada tahun yang akan datang.
“Alhamdulillah selama kepemimpinan Sukma (Sukiman-Rumaksi) penurunan stunting di Lombok Timur sangat luar biasa jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Secara konseptual lanjutnya, ada dua dampak yang disebabkan oleh stunting. Pertama dampak jangka pendek dan jangka panjang. Dampak jangka pendeknya ialah perkembangan otak yang tidak stabil, perkembangan tumbuh dan pertumbuhan organ tubuh. Jangka pendek ini akan berpengaruh terhadap jangka panjang seperti pendidikan dan prekonomian.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
“Jika perkembangan otak tidak baik maka otomatis anak tidak akan bisa sekolah tinggi karena tidak mampu menyerap pelajaran yang terlalu berat, karena pendidikan hanya sampai di level rendah maka akan berpengaruh terhadap pendapatan atau prekonomian yang rendah juga,” imbuhnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli






