
GerbangIndonesia, Lotim – Jumlah investasi yang sudah masuk di Lombok Timur pada triwulan I mencapai Rp 1,1 triliun lebih, dengan tenaga kerja yang terserap sebanyak 9.947 orang. Hal ini berdasarkan data pada tertanggal 31 Maret 2023 lalu.
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lombok Timur, Husnul Basri menyampaikan, berdasrakan data per 30 Juni lalu, jumlah invarstasi di Lombok Timur pada triwulan II ini sedikit mengalami peningkatan yakni sebesar Rp 1,6 triliun lebih dengan junlah tenaga kerja yang terserap sebanyak 20.578 orang.
“Nilai investasi di Kabupaten Lombok Timur dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada tahun 2022, nilai investasi mencapai Rp 7,5 triliun dengan jumlah tenaga kerja mencapai 46.217 orang,” ungkapnya pada media, Sabtu (15/07).
Diperkirakan, capaian investasi tahun 2023 akan melebihi dari pencapaian tahun 2022.
Sedangkan nilai investasi di Kabupaten Lombok Timur didominasi dari sektor jasa seperti Usaha Mikro Kecil (UMK). Meski terlihat kecil, namun jumlahnya yang cukup besar menjadi penyumbang nilai investasi dibanding sektor-sektor lainnya.
“Laporan penanaman modal ini adalah laporan yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang memiliki modal usaha di luar tanah dan bangunan di atas Rp 1 miliar. Tetapi, tidak diwajibkan melaporkan usahanya dibawah Rp 1 miliar,” jelasnya.
Lanjut Husnul, semua kegiatan usaha ada yang wajib melaporkan dan ada yang tidak. Kemudian yang di bawah Rp 1 miliar tidak diwajibkan melaporkan laporan kegiatan penanaman modalnya, tetapi di kantor perizinan usahanya ada. Namun masuk dalam perekaman data penanaman modal.
Nilai investasi itu dilihat dari seberapa besar modal yang ditanamkan untuk mendapatkan hasil dimasa yang akan datang. Karenanya, setiap pelaku usaha akan terekam dalam Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) atau Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
“Misalnya, seseorang yang mau berdagang ayam geprek dengan usaha Rp 50 juta, maka yang tercatat itulah nilai modalnya. Demikian pula jumlah tenaga kerjanya,” terang dia.
Kemudian dari sektor ekonomi lanjut Husnul, misalnya sektor UMK diantaranya bidang kuliner seperti rumah makan dan perdagangan lainnya penyumbang angka terbesar nilai investasi dibanding sektor lainnya. Nilai investasi sektor energi kelistrikan yang ada di Kecamatan Sambelia. Walaupun di awal modal yang ditanamkan cukup besar, tapi sebenarnya itu merupakan padat modal.
Efek dari keberadaan pembangunan sektor kelistrikan itu disebut jauh lebih besar. Mengingat keberadaan sektor kelistrikan ini juga membuat adanya aktivitas ekonomi di sekitar lokasi pembangunan pembangkit listrik termasuk penyerapan tenaga kerja yang cukup banyak juga.
Sejatinya kata Husnul, target nilai investasi yang dicapai untuk Kabupaten Lombok Timur baik dari OSS-RBA atau dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lombok Timur berkisar nilai Rp 1,9 triliun.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
“Secara angka nilai investasi kita sudah jauh melampaui target. Tahun 2022 berada pada kisaran Rp 7,5 triliun dalam satu tahun. Pada tahun 2023 ini diyakini akan bertambah seiring perekaman data pelaku usaha dalam setiap triwulan hingga akhir tahun 2023 mendatang,” tutupnya. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli






