
GerbangIndonesia, Mataram – Potensi banyaknya berita bohong alias hoaks jelang pemilu 2024 mendatang membuat pewarta Lombok Tengah berinisiatif untuk melakukan gerakan melawan berita hoaks tersebut.
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
Sebagai tindak lanjutnya, para pewarta Lombok Tengah melaksanakan Deklarasi Jurnalis Lombok Tengah anti hoax pada Sabtu malam (10/12) bertempat di Lombok Garden Hotel.
Dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Lombok Tengah, DR HM Nursiah didampingi oleh Komisioner KPU Loteng, acara ini berlangsung cukup hikmad.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Loteng, HM Nursiah mengatakan bahwa kapasitas jurnalis di Lombok Tengah sangat menentukan bagaimana perkembangan masyarakat dan daerah. Telebih kaitannya dengan pemilu 2024 mendatang.
“Jurnalis sebagai salah satu pilar demokrasi ini memiliki peran sentral menciptakan kondisi yang kondusif menjelang dan saat pemilu,” tegasnya.
Dia bersyukur bahwa para wartawan Lombok Tengah memiliki inisiatif untuk melakukan deklarasi melawan hoaks. Terlebih di era digital saat ini, perkembangan informasi tidak bisa dibendung melalui media sosial.
“Tentunya untuk menyaring berita-berita itu dibutuhkan peran jurnalis, karena tidak semua informasi di media sosial itu benar,” terangnya.
Sementara itu, salahs atu Komisioner KPU Loteng, Adnan Muksin mengatakan jika pihaknya sangat mensyukuri kegiatan yang diselenggarakan oleh wartawan Loteng ini. Hal ini sangat berarti bagi KPU sendiri sebagai penyelenggara.
“Kami bersyukur dan berbangga kepada kawan-kawan wartawan dan semoga kita bisa bermitra sampai seterusnya,” harapnya.
Ketua FWLT, Akhmad Said sendiri mengatakan jika deklarasi yang dilakukan para wartawan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap potensi akan banyaknya berseliweran berita hoaks jelang Pemilu 2024 mendatang.
“Kita sebagai pewarta seolah dituntut untuk meluruskan hal itu agar kondisi daerah khususnya bisa terus kondusif dan tidak terbawa isu yang tidak benar,” kata pria yang akrab disapa Bung Said ini.
Hal senada diungkap Ketua PWLT, Munakir Huda yang mengatakan bahwa wartawan Loteng akan terus menjalin kerjasama dengan pihak pemerintah daerah termasuk KPU untuk menciptakan kondisi daerah yang aman dan tidak termakan berita bohong menjelang Pemilu tahun depan.
“Deklarasi ini sebenarnya menegaskan bahwa wartawan Loteng akan tetap menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai jurnalis yang independen tanpa ada tendensi apapun dan tentunya juga mewartakan sesuatu yang sebenarnya kepada masyarakat agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan gara-gara berita bohong,” jelasnya.
Selain acara deklarasi, kegiatan juga diisi dengan kegiatan pemberian materi dari beberapa pihak seperti kepolisian dan pemerintah daerah guna menambah wawasan dan meningkatkan kapasitas jurnalis dalam membuat berita khususnya pada tahun-tahun politik. Antara lain materi mengenai UU ITE yang diisi oleh Kapolres Loteng yang diwakili oleh Kasi Humas, IPTU Hariono serta materi mengenai peran pemerintah dalam kepemiluan yang diisi oleh Sekda Loteng, L Firman Wijaya.
Baca Juga: Polda NTB Gelar Tradisi Pedang Pora Lepas Irjen Pol Djoko Poerwanto
Deklarasi sendiri ditandatangani oleh Wakil Bupati Loteng, Komisioner KPU dan seluruh ketua organisasi kewartawanan di Lombok Tengah, antara lain Forum Wartawan Lombok Tengah (FWLT) yang diketuai Akhmad Said, Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT) diketuai oleh Munakir Huda, Forum Media Online (Formen) diketuai Darwis Putra serta Komunitas Jurnalis Lombok Tengah dengan ketuanya Didik. (fiq)
Editor: Lalu Habib Fadli






