Terlihat bangunan gapura Rumah Sakit Umum Daerah Lombok Utara sebagai layanan kesehatan daerah. FOTO ANGGER RICO/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Keluhan pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tioq Tata Tunaq diklaim menurun dalam beberapa tahun belakangan. Hal ini tidak lepas dari peningkatan kinerja dan pelayanan yang diberikan oleh instansi layanan kesehatan terbesar daerah tersebut. Penurunan komplain pasien RSUD ini direspons baik oleh Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu.

Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43

Menurut Bupati, hal ini menandakan bahwa manajemen rumah sakit sudah bekerja keras dalam melakukan perbaikan disejumlah sektor pelayanan. Kualitas yang diberikan pun perbaikan SDM yang mempuni, merupakan tolak ukur sehingga pasien pasien di rumah sakit merasa puas. Pihaknya meminta agar apa yang kurang, supaya bisa ditingkatkan sementara yang sudah baik agar bisa terus dipertahankan.

“Kalau keluhan berkurang itu artinya manajemen berhasil membuat rumah sakit kita ini lebih baik dari sisi pelayanan. Saya apresiasi itu,” ungkapnya.

Bupati mengimbau, kaitan dengan inovasi secara umum diseluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tak terkecuali RSUD, harus terus digalangkan. Pasalnya, pihaknya menyebut belakangan Pemda mendapat penghargaan dari Kemendagri dalam ajang Innovative Government Award (IGA) Tahun 2023 dengan kategori sebagai kabupaten daerah tertinggal terinovatif. Artinya, dari sisi kemauan pemerintah untuk mengupayakan keluar dari katgori daerah tertinggal itu harus segera direalisasikan salah satunya dengan terus melakukan inovasi.

“Penghargaan ini sebagai salah satu itikad kita supaya bisa sesegera mungkin lepas dari daerah tertinggal. Makanya saya bilang semua harus terus berinovasi tidak terkecuali rumah sakit,” jelasnya.

Pihaknya berharap, RSUD sebagai layanan kesehatan langsung kepada masyarakat kedepannya untuk terus mempertahankan kualitas pelayanan. Sehingga masyarakat yang datang berobat bisa merasa puas, jika hal itu bisa dilakukan tentunya menjadi sebuah tolak ukur keberhasilan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Terlebih, selain tingkat komplai yang minim RSUD juga mampu merealisasikan target PAD secara surplus.

“Kalau ini terus dijaga artinya kita kan berhasil, saya tekankan semua baik RSUD dan OPD lain untuk terus berbenah melayani masyarakat,” tandasnya.

Untuk diketahui, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2023 yang ditetapkan sebesar Rp 193.843.410.165. Dari jumlah tersebut rupanya sudah terealisasi sebesar Rp 196.398.377.357,62 atau 101,32 persen. RSUD sebagai salah satu OPD penghasil PAD mampu merealisasikan dengan baik. Tercatat dari target sebesar Rp 39.120.000.000 realisasinya di angka Rp 42.774.360.019.76 atau sekitar 109,34 persen.

Sementara itu, Kasi Humas RSUD Tioq Tata Tunaq Anggi Hidayat menjelaskan, berdasarkan rapat dengan komite mutu RSUD belum lama ini diketahui tingkat komplainan berhasil ditanggapi mencapai 100 persen. Artinya, manajemen berhasil menindaklanjuti segala bentuk komplain pasien kurang dari 24 jam.

“Kami di RSUD setelah terkreaditasi pairpurna mencoba membenahi dari depan hingga kebelakang, artinya manajemen tetap bekerja untuk memberikan pelayanan kesehatan secara optimal kepada masyarakat. Kita berusaha supaya cepat komplainan itu bisa segera ditangani,” terangnya.

Akreditasi paripurna, lanjutnya, berkorelasi dengan tingkat pelayanan RSUD. Yang mana jika dilihat lebih dalam tingkat kepercayaan masyarakat justru semakin tinggi ingin berobat ke rumah sakit. Hal ini berdasarkan data kunjungan di Poli (rawat jalan) di mana pada tahun 2022 lalu jumlahnya sekitar 2 ribu orang, dan pada tahun ini meningkat menjadi sekitar 3 ribu orang. Demikian dengan indeks kepuasaan dari target sebesar 73 persen di tahun 2022 RSUD berhasil merealisasikan sebesar 75 persen lebih.

Baca Juga: Polda NTB Gelar Tradisi Pedang Pora Lepas Irjen Pol Djoko Poerwanto

“Komitmen kita jelas menjadi RSUD ini sebagai destinasi wisata kesehatan. Sehingga yang datang ke sini tidak hanya berobat, tetapi juga masyarakat yang ingin melakukan konsultasi, atau medical cek up. Kita ingin membangun dan menata supaya pasien merasa aman dan nyaman ketika datang kemari,” pungkasnya.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here