
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu meresmikan tiga gedung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bertempat di komplek perkantoran Bupati Kecamatan Tanjung, Kamis (18/01/2023). Dalam peresmian tersebut, selain dihadiri juga oleh Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Ridawan, juga dihadiri sejumlah pimpinan OPD dan Kapolres Lombok Utara.
Baca Juga: Hadiri Kampanye Terbuka, Sukiman Azmy Ajak Masyarakat Menangkan PKN
Djohan mengungkapkan, peresmian ini merupakan awal dari kantor-kantor lain yang akan dibangun pada tahun ini. Demikian dengan penataan wajah kota tanjung, sudah semestinya kantor yang terbangun ini untuk melengkapi pelayanan kepada masyarakat. Terlebih pada tahun 2018 silam daerah dihantam bencana gempa membuat sejumlah kantor OPD roboh kala itu.
“Beberapa tahun ini, kita mulai membenahi khusnya kota Tanjung sebagai ibukota KLU, karena banyak OPD yang perlu punya kantor akibat gempa di tahun 2018 kemaren,” ujar Djohan Sjamsu.
Ketiga kantor yang diresmikan itu adalah Diskominfo, Dinas Perizinan, dan Diskoperindag. Nantinya kantor lain juga akan dibangun di lahan tersebut rencananya kantor inspektorat, dinas sosial, damkar, dan Gedung DPRD Lombok Utara. Djohan berharap dengan dibangunkannya kantor OPD tersebut bisa meningkatkan kualitas dari beberapa kepala OPD berserta stafnya guna membangun KLU kedepannya akan lebih maju lagi.
“Ditempat ini besok akan menjadi pusat pemerintahan di KLU. Insyaallah tahun ini, rencananya kita akan membangun beberapa kantor OPD, termasuk kantor DPRD,” katanya.
“Mudah-mudahan dengan peresmian kantor ini seluruh pimpinan OPD dan stafnya harus meningkatkan semangatnya, kreativitasnya dan inovasi daerah, dalam rangka kita melakukan peningkatan daerah bersama wilayah yang lain di NTB,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Perkim KLU, Kahar Rizal mengklaim bahwa kantor ini sudah tahan gempa. Kemudian untuk biaya tiga gedung kantor OPD tersebut menghabiskan anggaran 15 miliar lebih, include pembangunan landscape. Dari sisi kontruksi bangunan lanjut Kahar, bangunan sederhana bukan bertingkat, sehingga strukturnya tidak menahan beban yang berat karena satu lantai.
“Kita sudah pertimbangkan bahwa KLU adalah salah satu wilayah yang rawan akan gempa bumi, jadi setiap bangunan yang ada itu yang jadi pertimbangan utama adalah harus bangunan tahan gempa” jelasnya.
Menyangkut pembangunan 4 gedung OPD tahun ini, bahwa masing-masing dari tiga OPD itu menghabiskan sekitar Rp 4 miliar untuk satu OPD, sedangkan untuk kantor DPRD itu menghabiskan anggaran sekitar kurang lebih Rp 20 miliar.
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
“Untuk sumber anggaran didapat itu dari anggaran murni atau seperti apa yang jelas kita hanya mengusulkan apakah di setujui apa tidak, insya Allah tahun ini kita akan bangun,” pungkasnya.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli






