Bupati Loteng, HL Pathul Bahri saat menghadiri acara HUT Asosiasi Kecimol ke-II di Kecamatan Pringgarata, Selasa (30/1/2024). FOTO MUFIQ A WAHID/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Loteng – Di tengah pro dan kontra tentang keberadaan Kecimol di Pulau Lombok, Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri justru menghadiri acara peringatan HUT ke-2 Asosiasi Kecimol.

Baca Juga: Hadiri Kampanye Terbuka, Sukiman Azmy Ajak Masyarakat Menangkan PKN

Padahal, sebelum acara ini berlangsung banyak sekali beredar di dunia maya mengenai penolakan terhadap keberadaan kecimol hingga adanya surat yang ditujukan kepada pemerintah daerah melalui Camat Pringgarata yang berseliweran melalui group-group WA mengenai adanya penolakan dari kelompok masyarakat.

Seperti surat dari organisasi yang mengatas namakan dirinya Gerakan Masyarakat dan Pemuda Lombok (GEMPA) dengan nomor surat 01/Gempalombok/I/2024 yang menyatakan dengan tegas penolakannya terhadap kegiatan HUT AK ke-2 di Desa Sisik itu.

“Kami dari Gerakan Masyarakat Dan Pemuda Lombok menolak dengan keras di adakannya hal tersebut dan kami meminta kepada pemerintah Kecamatan Pringgarata untuk ikut Andil Menolak Acara Tersebut,” penggalan surat yang ditandatangani atas nama Fathurrahman, MD sebagai sekretaris dan Sukron Al-Ayubi selaku ketua.

Meski begitu, acara yang digagas oleh AK (Asosiasi Kecimol) NTB itu tetap terlaksana di Desa Sisik Kecamatan Pringgarata pada Selasa (30/1) dan dihadiri oleh puluhan group Kecimol se NTB lengkap dengan crew dan dibajiri penonton serta dihadiri oleh orang nomor wahid di Lombok Tengah, HL Pathul Bahri, S.IP.

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Tengah, HL Pathul Bahri mengatakan pro kontra soal keberadaan Kecimol adalah lumrah. Namun yang penting, lanjut dia, jangan sampai mematikan usaha orang lain.

Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43

Dia mengakui banyak pihak yang datang kepadanya untuk tidak memberikan izin penyelenggaraan acara bahkan sampai tidak memberikan pengakuan terhadap keberadaan kecimol sebagai salah satu tradisi masyarakat Lombok Tengah.

Akan tetapi disatu sisi, kata Bupati, ada ratusan orang menggantungkan hidupnya melalui kesenian ini.

“Karena kecimol adalah salah satu mata pencaharian mereka,” ujar Pathul.

Meski demikian Bupati tidak ingin Kecimol membuat kegaduhan di tengah masyarakat. Karena itu harus ada aturan main atau awiq awiq yang mengatur tentang tata cara di jalan dan joget.

“Banyak yang protes kepada saya, saya katakan saya juga tidak setuju tetapi disatu sisi kita juga harus memikirkan tentang hajat hidup mereka dimana Kecimol merupakan mata pencaharian mereka,” lanjutnya.

Lebih dari itu, Pathul kembali mengatakan jika kegiatan ini juga berdampak kepada pedagang kecil masyarakat.

Berdasarkan informasi yang ia peroleh, ada sekitar 500 pedagang kecil mendapatkan penghasilan dari keramaian ini. Yang penting adalah, hal ini harus diatur dan ditertibkan melalui awiq-awiq agar tidak menjadi kesenian yang mengundang sahwat.

“Tadi saya sudah dengar bahwa ada aturan main awiq awiq yang dibuat dan telah disepakati bersama, saya minta itu dipegang teguh dan dijalankan dengan penuh tanggungjawab,” pintanya.

Bupati juga mengingatkan agar ketika berada di jalan, kecimol tidak joget-joget yang mengundang penilaian buruk masyarakat. Terlebih lagi Kecimol sering dianalogikan sebagai grup yang kerap mengundang kemacetan dan keributan di jalan. Maka jika itu terjadi yang paling susah adalah pemerintah desa dan aparat kepolisian. Semua orang kata Bupati harus saling hormat menghormati sebab pengguna jalan tidak hanya kecimol saja tetapi pengendara, pejalan kaki juga memiliki hak yang sama di jalan itu.

“Kita harus saling hargai di jalan tersebut, semua orang punya hak menggunakan jalan raya, karena itu harus saling hargai satu sama lain,” sambungnya memberi petuah.

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Kecimol NTB, Suhardi mengatakan, kegiatan ini dihajatkan untuk sosialisasi dan evaluasi tahunan terhadap tahapan tahapan perubahan terhadap dunia kecimol untuk menjadi lebih baik dari tahun ke tahun.

“Kami berharap melalui ulang tahun ini kami akan lebih baik dari sebelumnya sehingga apa yang diinginkan masyarakat agar keburukan itu bisa kami perbaiki,” ujarnya.

Organisasi ini, lanjutnya, memiliki aturan main yang sangat ketat. Dengan aturan yang ketat ini sebanyak 30 persen kecimol di NTB ini belum diakomodir dalam AK karena belum mengikuti aturan main organisasi.

“Apapun keadaannya mereka adalah saudara kita, Kami doakan agar mereka mau sadar bahwa kita hidup di gumi yang penuh dengan tatanan tata kerama walaupun satu yang berbuat kita semua kena imbasnya,” imbuhnya.

Tema dari kegiatan ini kata Suhardi adalah “Revitalisasi dan Sosialisasi Dunia Kecimol menuju standar norma suku Sasak”.

Pada kesempatan itu, Ketum AK NTB Suhardi membacakan Awiq-Awiq (Aturan) bagi seluruh kecimol antara lain; tidak diperkenankan menggunakan rok mini, celana pendek, celana robek. Selain itu dilarang menggunakan uang saweran dengan mulut, dilarang membawa dan konsumsi miras, dilarang membawa sajam, dilarang bergoyang erotis dan pegang-pegang bagian tubuh selain tangan, bagi yang melanggar akan diberikan Surat Peringatan Pertama (SP1) dan SP2 dengan denda Rp 1 juta dan SP3 diberhentikan dan diboikot seluruh kegiatannya.

Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43

Pantauan wartawan, ribuan orang memadati lapangan Desa Sisik Kecamatan Pringgarata. Mereka datang dari seluruh Kabupaten di Pulau Lombok. Hingga menjelang malam, kemacetan masih terjadi di Desa Sisik. Ratusan aparat kepolisian dan TNI dibantu Pol PP dan BKD berjibaku mengatasi kemacetan meskipun bisa dikatakan berjalan aman dan lancar. (fiq)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here