Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu saat memberikan bantuan kepada para Lansia. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) masih cukup tinggi. Berdasarkan data dinas sosial (Dinsos) setempat, saat ini tercatat 33 ribu warga miskin di Bumi Tioq Tata Tunaq. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 orang kategori miskin ekstrem. Anehnya, tak sedikit warga terdata miskin itu termasuk warga tergolong mampu secara ekonomi.

“Sebanyak 12 persen ditemukan sebagai data anomali. Beberapa kategori yang masuk ke dalam data tersebut mencakup pegawai maupun warga yang tergolong mampu,” kata Kepala Dinsos KLU Fathurrahman, Senin (06/01/2025).

Dampaknya, tak sedikit warga yang tergolong mampu itu termasuk dalam penerima bantuan sosial pemerintah. Padahal, bantuan-bantuan itu diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan lanjut usia.

“Namun perlu diperhatikan bahwa data yang kita miliki terus diperbaiki supaya lebih valid dan sesuai dengan kondisi riil masyarakat di Lombok Utara,” imbuhnya.

Fathurrahman menambahkan, ada beberapa program dalam upaya mengintervensi masalah kemiskinan ini. Salah satunya dia menyebutkan Program Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Di sini, pemeirntah memberikan bantuan sembako yang dialokasikan dari APBD Lombok Utara.

Pada akhir tahun 2024 lalu ada penyaluran. Sembako yang diterima masyarakat masing-masing berisikan beras 5 kilogram (kg), gula 1 kg, minyak goreng 1 liter, kopi bubuk 1 bungkus, kue kering 1 bungkus, dan telur ayam 30 butir.

Pada penyaluran tanggal 31 Desember 2024 lalu, diserahkan langsung Bupati KLU Djohan Sjamsu kepada beberapa penerima manfaat. Pada kesempatan itu, Djohan mengatakan, program ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan ekstrem dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Bupati Djohan menegaskan, Pemda KLU berkomitmen untuk terus mengintervensi angka kemiskinan ekstrem. Dimana hingga saat ini, terdapat lebih dari 1.000 warga masih tercatat sebagai warga miskin ekstrem.

“Kita berharap kemiskinan ekstrem bisa dikurangi,” katanya.

Jumlah bantuan yang diterima tidak besar. Akan tetapi dia berharap dapat meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Jangan melihat jumlahnya, tetapi inilah salah satu upaya pemerintah daerah untuk membantu bapak dan ibu,” imbuh Djohan.(iko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here