Berangkat dari jalanan sebagai pedagang asongan, Kamarudin atau yang akrab disapa Komeng, kini dipercaya memimpin Asosiasi Pedagang Asongan (APA) NTB. Perjalanan panjangnya dari berjualan kaos hingga mutiara di jalanan menjadikannya sosok yang tangguh dalam menghadapi dinamika usaha kecil di Pulau Lombok.
Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen
Perjalanan Panjang Seorang Pedagang Asongan
Lahir di Pagutan, 12 Desember 1986, Komeng mulai menekuni usaha asongan sejak awal tahun 2000-an. Ia memulai dengan menjual kaos khas Lombok, mengikuti jejak para pendahulunya. Tak lama kemudian, ia beralih menjual mutiara yang lebih menjanjikan. Namun, pandemi COVID-19 mengubah segalanya. Dengan kondisi ekonomi yang sulit, ia beradaptasi dengan menjual masker hingga akhirnya pandemi berlalu.
Berbagai lokasi strategis menjadi tempat Komeng mengais rezeki. Mulai dari emperan Hotel Santika, Prame Park, dan beberapa hotel berbintang lainnya di Kota Mataram. Meski telah lama berjualan di area pariwisata, ia mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Pintu Peluang Terbuka
Awal tahun 2024, awal Ramadan 1445 Hijriyah, Komeng bertemu dengan sosok Lalu Muhammad Iqbal, yang kala itu belum menjadi bakal calon Gubernur NTB. Pertemuan di Hotel Bidari itu menjadi titik baliknya. Lalu Iqbal, yang sering bolak-balik Jakarta-Lombok, menaruh perhatian pada nasib pedagang asongan. Saat berbincang, ia bertanya apakah para pedagang pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Komeng menjawab dengan jujur, “Tidak pernah.” Jawaban itu membuat Iqbal berjanji untuk menjadikan pedagang asongan sebagai salah satu prioritas dalam programnya.
Keinginan Iqbal untuk mengangkat kesejahteraan pedagang asongan semakin nyata saat ia mengenalkan Komeng kepada Ahmad Ziadi, Ketua Divisi Relawan Iqbal-Dinda. Ahmad Ziadi kemudian menyarankan pembentukan tim khusus bagi pedagang asongan, yang juga disetujui oleh Anies Mujitahid, yang merupakan Ketua Tim Pemenangan Paslon Iqbal-Dinda. Dari pertemuan itu, Komeng semakin tertarik dengan visi dan misi yang ditawarkan oleh Iqbal.
Dipercaya Menjadi Ketua Asosiasi
Seiring waktu, terbentuklah Asosiasi Pedagang Asongan NTB. Dalam perjalanannya, ada 12 aliansi relawan yang terlibat. Namun, Komeng bersama beberapa rekan, termasuk A.A. Ketut Agung Kartha Wirya dan I Gede Gunanta, sepakat untuk membentuk wadah sendiri yang benar-benar fokus pada kepentingan pedagang asongan. Dengan suara bulat, Komeng ditunjuk sebagai ketua.
“Ini amanah besar bagi saya dan teman-teman. Harapannya, asosiasi ini dapat menjadi jembatan bagi pedagang asongan untuk mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah,” ujar Komeng.
Harapan kepada Gubernur Terpilih
Kini, setelah Lalu Muhammad Iqbal resmi terpilih sebagai Gubernur NTB, Komeng berharap janji-janji yang pernah diucapkan dapat terwujud. Ia ingin keberadaan pedagang asongan diakui, didukung, dan diberikan ruang lebih dalam sektor pariwisata serta ekonomi daerah.
“Kami percaya Gubernur terpilih akan amanah. Kami berharap visi dan misi yang ia sampaikan selaras dengan perjuangan kami. Jika pedagang asongan diberdayakan, maka ekonomi kecil akan tumbuh, dan ini akan berdampak besar bagi NTB,” tutupnya dengan penuh harap.
Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity
Perjalanan Komeng dari jalanan hingga menjadi pemimpin asosiasi merupakan bukti bahwa kerja keras dan keberanian untuk beradaptasi dapat mengubah nasib seseorang. Kini, ia dan para pedagang asongan NTB menanti langkah konkret dari pemerintah demi masa depan yang lebih baik. (abi)
Editor: Lalu Habib Fadli










