
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar secara resmi merilis program 99 hari kerja. Ia menyebut ini merupakan pondasi awal dalam pembangunan 5 tahun kedepan. Berlokasi di Lotara Point, Kecamatan Pemenang, Rabu (26/02/2025) siaran pers yang berlangsung tersebut dihadiri pula oleh sejumlah pimpinan OPD. Najmul menyebut banyak hal yang akan dilakukan di antaranya menekan angka kemiskinan hingga mengenjot Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen
Untuk IPM menurutnya ada 3 aspek yaitu di bidang kesehatan, pendidikan, dan peningkatan ekonomi masyarakat. Ia menilai di bidang kesehatan akan kembali menggalakan program sapu bersih drop out (Saber DO), memberikan bantuan Bosda, serta meningkatkan pelayanan pendidikan. Untuk kesehatan pengadaan alat kesehatan juga menjadi penekanan, meningkatkan status Puskesmas Bayan sebagai rumah sakit, serta mempermudah pelayanan kesehatan di tiap puskesmas.
“Di sektor pendidikan Saber DO akan revitalisasi kembali ini untuk kurangi angka drop out. Kami juga akan kerjasama MoU dengan LPDP memudahkan beasiswa anak-anak kita. Kemudian memberikan wifi gratis di area publik yang butuhkan koneksi internet. Pemenuhan program permudahan layanan kesehatan,” ujarnya.
Dijelaskan, khusus stunting pihaknya akan membentuk posyandu stunting hal ini supaya angka stunting lebih cepat menurun. Selain itu peningkatan kapasitan MKD, pemberian santunan kepada keluarga masyarakat yang meninggal dunia. Hal lain yang akan dilakukan pada 99 hari kerja yakni penyusunan rencana aksi kemiskinan membentuk satgas biasa maupun ekstrem, serta akan melanjutkan program pemberian bantuan modal usaha tanpa bunga yang sebelumnya dijalankan mantan Bupati H. Djohan Sjamsu.
“Pemberian modal tanpa bunga kita lanjutkan karena melihat bermanfaat bagi masyarakat. Bedah rumah yang dulu kita lakukan akan kembali, karena dulu sebelum gempa sekitar 200 rumah berdiri, itu malah tidak menggunakan APBD. Bersama kawan-kawan ASN, pengusaha, basnaz program jubah tidak rumit kok administrasinya,” jelasnya.
“Semua ini prioritas sehingga semua jalan bersama proporsional tentu saja arah pembangunan ipm pendidikan, kesehatan, peningkatan perekonomian ruang pertama agenda kerja,” imbuhnya.
Selain itu, Politisi Perindo ini juga mengatakan akan berikhtiar memekarkan dua kecamatan. Yakni Bayan yang akan dijadikan Kecamatan Bayan Timur dan Bayan Barat, kemudian di Kecamatan Pemenang akan dimunculkan Kecamatan Tiga Gili. Dirinya menilai meski secara wilayah gili masih belum cukup namun lantaran keterbatasan aset serta menimbang potensi yang besar pihaknya optimis bisa merealisasikan Kecamatan di pulau tersebut.
sapu bersih drop out (Saber DO)
“Kita tetap komitmen lakukan pengembangan kecamatan bayan timur dan barat, ikhtiar mekarkan kecamatan pemenang supaya gili indah bisa jadi satu kecamatan. Kalau dihat luas wilayah, memang belum. Tapi kategori khusus pelayanan kecamatan pemenang tidak mudah layani tempati lain, sektor wisata keamanan pariwisata bisa tingkatkan kalau di sana jadi kecamatan sendiri,” pungkasnya.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli






