Gerbangindonesia, Mataram – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren (Ponpes) di NTB. Data dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram mencatat sembilan kasus kekerasan seksual di Ponpes sepanjang 2023.
Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen
Koordinator BEM Nusantara NTB, Abed Aljabiri Adnan menyatakan, bahwa respons Kemenag Wilayah NTB terhadap kasus-kasus ini belum memadai. Meskipun telah ada rencana pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di 943 ponpes, implementasinya masih belum jelas dan terkesan lamban.
“Kami menilai Kemenag NTB belum menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus kekerasan seksual di ponpes. Langkah-langkah yang diambil sejauh ini belum efektif dan transparan,” ujar Abed dalam keterangan pers yang diterima media ini.
Dijelaskan, BEM mengungkap sejumlah tuntutan di antaranya, segera mengimplementasikan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di seluruh ponpes di NTB dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sipil dan media. Kemudian melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola ponpes, memastikan ketersediaan ruang konseling yang layak dan tempat pengaduan yang aman bagi santri. Menyusun kurikulum khusus terkait kesehatan reproduksi dan pencegahan kekerasan seksual, serta melakukan sosialisasi berkala kepada santri.
“Tuntutan kami selanjutnya Meningkatkan transparansi dengan mempublikasikan hasil temuan Satgas, serta melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap ponpes. Terakhir menindak tegas ponpes yang tidak memiliki izin resmi dan melakukan pembiaran terhadap kasus kekerasan seksual,” jelasnya.
Selain itu, BEM Nusantara NTB juga menyoroti kinerja Kemenag Wilayah NTB dalam pengelolaan jamaah haji. Banyaknya keluhan dari calon jamaah haji terkait pelayanan yang kurang optimal menunjukkan perlunya evaluasi dan perbaikan sistem secara menyeluruh.
“Kami berharap Kemenag Wilayah NTB dapat meningkatkan kinerjanya dalam melayani umat, baik dalam hal pendidikan di ponpes maupun pelayanan ibadah haji,” katanya.
Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity
“Kami siap berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat NTB,” pungkas Abed.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli







