
GerbangIndonesia, Mataram — Asosiasi Pedagang Asongan (APA) Kota Mataram melakukan audiensi dengan Dinas Perdagangan Kota Mataram, Selasa (27/05/2025). Pertemuan ini dihadiri pengurus APA Kota, Ketua Umum APA NTB Kamarudin, serta perwakilan Dinas Perdagangan yang diwakili Eko Ariyanto. Hadir pula Ketua APKLI Kota Mataram, Muhammad Syahidin.
Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum APA NTB, Kamarudin menekankan pentingnya keberadaan organisasi pedagang asongan untuk diakui dan dibina secara resmi oleh pemerintah daerah.
“APA ini organisasi baru. Harapan kami di Kota Mataram bisa bersinergi agar teman-teman asongan tidak lagi dipandang sebelah mata. Mereka sekarang punya wadah resmi, dan itu harus jadi momentum untuk berkolaborasi membantu pemerintah,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua APA Kota Mataram, Evi Ariyani menyampaikan bahwa kehadiran APA adalah bentuk tanggung jawab moral untuk menaungi pedagang asongan agar tidak lagi dianggap liar.
Sementara itu, mewakili Kepala Dinas, Eko Ariyanto menyambut positif audiensi tersebut. Ia menyebut keberadaan APA menjadi langkah maju dalam penataan sektor informal, khususnya pedagang asongan yang selama ini kerap dianggap “kucing-kucingan”.
“Dulu asongan dianggap liar, tidak punya tempat. Sekarang sudah punya wadah, ini perkembangan positif. Kami akan rangkul semua—baik APA maupun APKLI—untuk bersama mendukung visi-misi Kota Mataram,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemkot Mataram siap bersinergi, termasuk melibatkan APA dalam kegiatan sosialisasi, bantuan, atau program pembinaan lainnya.
“Ke depan tidak ada lagi ribut-ribut. Semua harus berjalan dalam satu tujuan: mendukung pemerintah kota, menata, dan menyejahterakan pedagang kecil,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, Ketua APKLI Kota Mataram, Muhammad Syahidin juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi lintas organisasi demi kepentingan para pedagang kaki lima dan asongan.
“Kalau memang ingin bersinergi, mari kita dorong bentuk kerja sama yang jelas seperti MoU. Kami ini ibarat dua wajahbsatu sisi membantu pemerintah, satu sisi juga mendampingi PKL dan asongan. Tapi tetap, aturan adalah panglima,” ucap Syahidin.
Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity
Ia menegaskan, tujuan utama adalah menghadirkan manfaat bagi anggota sekaligus menjaga komunikasi baik dengan pemerintah. Audiensi ini menjadi langkah awal dalam membangun koordinasi dan pengakuan terhadap organisasi pedagang asongan sebagai bagian dari elemen ekonomi rakyat yang sah dan berdaya guna dalam pembangunan kota. Pemerintah berharap, konflik masa lalu tidak terulang dan sinergi yang terbangun mampu menghadirkan keseimbangan antara ketertiban dan keberdayaan masyarakat kecil. (abi)
Editor: Lalu Habib Fadli






