
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Desakan untuk menganti posisi Direktur PDAM Amerta Dayan Gunung terus menguat. Kursi tersebut diminta untuk dilepas, setelah Anggota DPRD hingga praktisi hukum berbicara, kini desakan menganti Dirut itu disuarakan oleh Forum Keluarga Besar Mahasiswa Lombok Utara (FKBMLU). Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum KBMLU Abed Aljabiri Adnan, Rabu (04/06/2025) kepada wartawan.
Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen
Menurutnya, Bupati Najmul hari ini tengah melakukan proses perampungan dan evaluasi para pejabat. Maka ini merupakan momen yang tepat untuk menganti sejumlah pejabat yang notabene kurang maksimal dalam melaksanakan tugas di lima tahun belakangan. Berbicara PDAM, ia menilai banyak PR yang belum selesai mulai dari ketersediaan air di desa yang ia rasa masih sangat sulit, demikian pula dengan ketersediaan air bersih di Gili Tramena yang terkesan masih belum ada solusi kongkret.
“Kami sempat mengkaji itu dan menjadi bahan diskusi sendiri apalagi dengan ada kasus yang ada di Gili Trawangan. Entah kepentingan pemodal entah apa dibalik itu menjadi keresahan ditengah masyarakat artinya hal yang mudah tidak jadi mudah karena kepentingan oligarki atau orang di atas, ini yang menjadi hal yang harus kita kaji lebih mendalam,” ujarnya.
Dijelaskan, PDAM hari ini masih belum bekerja secara maksimal ini terbukti dengan capaian target pelanggan yang ia sebut belum mencapai target. Demikian pula di sejumlah desa sangat sulit mendapatkan air, seperti di Kecamatan Pemanang ia bahkan menemukan ada masyarakat justru mengkonsumsi air hujan lantaran tidak ada jaminan layanan oleh perusahaan daerah tersebut. Maka tak ayal langkah Bupati harus tegas untuk menganti posisi Direktur serta jajarannya.
“Apalagi di desa desa Salut, atau baguan timur bahkan barat di Setangi Gunung, ketersediaan air di sana masih belum maksimal entah pdam mengkontrol atau tidak ini menjadi PR tersendiri bagi mereka. Kasarnya, kalau kita tidak memiliki sumur mungkin kita tidak bisa minum, lucunya di sana. PDAM hari ini memang kalau dari kacamata KBMLU belum kerja maksimal jadi Pak Bupati saya rasa perlu melakukan perombakan,” jelasnya.
Pihaknya menegaskan, KBMLU sendiri sempat melakukan audiensi dengan PDAM menyangkut berbagai persoalan air yang ada di daerah. Hanya saja, lanjut Abed, direktur terkesan ogah merespon baik sehingga hasil kajian mahasiswa ini tidak pernah tersampaikan. Ia berharap nantinya orang yang akan duduk di posisi Direktur PDAM harus figure yang proporsional dan kompeten sehingga persoalan fundamental menyangkut air di daerah berslogan Tioq Tata Tunaq inu bisa segera teratasi.
“Kami pernah ingin audiensi namun tidak ada respon baik, bahkan saya chat pribadi namun tidak respon. Tentu nantinya harus orang yang punya kapabilitas bagaimana seharusnya air bisa terasa dan berdampak bagi masyarakat,” pungkas Mahasiswa UIN Mataram ini.
Di sisi lain, sebelumnya Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar mengatakan akan mengevaluasi penuh direktur pdam. Evaluasi itu bukan lantaran like or dislike melainkan untuk kebutuhan menampatkan orang yang di rasa tepat dan mampu bekerja dengan maksimal. Tidak hanya posisi strategis di PDAM, melainkan semua OPD juga menjadi sasaran evaluasi politisi Perindo tersebut.
Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity
“Tidak hanya PDAM ya, semua OPD. Bahkan sekarang kita lakukan evaluasi, kepala dinas kita lakukan assessment kembali dan kita terus upayakan assessment itu tidak dilihat sebagai like dan dislike, tapi karena kita ingin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat supaya orang yang tepat berada di posisi yang tepat,” kata Bupati dua periode itu.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli






