GerbangIndonesia, Mataram – Tokoh masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), I Gede Wenten menyoroti dinamika politik nasional terkait posisi strategis bagi daerah dalam kabinet. Ia menyebut bahwa sejak 2014, Prabowo Subianto selalu unggul dalam Pemilihan Presiden di NTB, namun hingga kini belum pernah ada tokoh asal daerah itu yang masuk jajaran menteri di kabinet pusat.
Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen
“Dari 2014, Prabowo selalu menang di NTB. Tapi sayangnya, belum pernah sekalipun tokoh dari NTB mendapat posisi Menteri,” ujar I Gede Wenten kepada awak media, Kamis (19/06/2025).
Menurut Gede Wenten, hal ini menjadi catatan penting menjelang pembentukan kabinet di pemerintahan baru Prabowo-Gibran. Ia menegaskan, NTB sebagai salah satu provinsi dengan basis dukungan kuat seharusnya mendapatkan representasi yang proporsional di tingkat pusat.
“Kita ini daerah yang loyal, berkali-kali membuktikan dukungan politik lewat suara. Tapi representasi dalam kekuasaan sangat minim. Dua wakil menteri (wamen) yang pernah ditunjuk juga belum sepenuhnya mencerminkan harapan masyarakat NTB,” katanya.
Ia menyebut bahwa kehadiran menteri asal NTB penting bukan hanya soal simbol politik, tetapi juga sebagai jembatan aspirasi daerah dalam pengambilan kebijakan nasional.
“NTB punya banyak potensi dan tantangan. Kita butuh tokoh daerah di kabinet yang bisa memperjuangkan kepentingan kita. Baik di sektor pariwisata, pertanian, pendidikan, maupun infrastruktur,” lanjutnya.
Gede Wenten berharap Prabowo-Gibran tidak melupakan kontribusi NTB dalam Pilpres mendatang dan memberi ruang yang lebih besar bagi putra-putri terbaik daerah untuk berperan dalam pemerintahan.
“Banyak tokoh NTB yang layak dan kapabel untuk duduk di kursi menteri. Tinggal bagaimana keberpihakan politik ini diterjemahkan dalam komposisi kabinet,” tegasnya.
Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity
Pernyataan I Gede Wenten ini mencerminkan harapan besar masyarakat NTB agar suara politik mereka berbanding lurus dengan keterwakilan dalam pemerintahan mendatang. (abi)
Editor: Lalu Habib Fadli







