Gerbangindonesia, Lombok Timur — Desa Borok Toyang, Kecamatan Sakra Barat, tampil sebagai salah satu dari lima desa terbaik dalam ajang nasional Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) tahun 2025. Status tersebut diperoleh setelah desa ini melalui proses panjang seleksi dari puluhan peserta se-Indonesia dan akhirnya dikunjungi tim verifikasi dari Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia serta Pemerintah Provinsi NTB pada Kamis (19/6/2025).

Kunjungan tim verifikasi disambut langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus memperkuat sistem perlindungan bagi para pekerja migran, termasuk dengan mendorong keberadaan lembaga layanan resmi seperti kantor imigrasi, yang saat ini sedang diupayakan statusnya menjadi kantor definitif.Menurut Edwin, perhatian terhadap isu migrasi tenaga kerja bukan hanya sebatas kebijakan, melainkan juga aksi nyata yang melibatkan berbagai pihak. Pemda Lombok Timur, kata dia, juga telah menunjuk staf khusus untuk menangani bidang ketenagakerjaan serta menjalin kerja sama dengan lembaga masyarakat seperti LP2MI dan ADBMI.“Ini bukan sekadar upaya administratif, tetapi bentuk keberpihakan pada rakyat yang berjuang mencari penghidupan di luar negeri.

Borok Toyang adalah salah satu desa yang mencerminkan semangat itu,” jelasnya.Sementara itu, Kartika selaku perwakilan tim verifikasi dari kementerian menyampaikan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat mulai dari 64 desa yang mendaftar, hingga akhirnya tersaring menjadi lima desa terbaik. Tujuan verifikasi lapangan ini, lanjutnya, adalah untuk memastikan program-program desa sesuai dengan data yang telah diajukan dalam tahap administrasi.“Kami melihat langsung bagaimana masyarakat, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan bekerja bersama melindungi para pekerja migran. Apapun hasil akhirnya, Borok Toyang telah memberikan contoh yang membanggakan,” ujarnya.

Di hadapan tim verifikator, Kepala Desa Borok Toyang, Suparman, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya. Ia mengakui bahwa ini adalah kali pertama Borok Toyang mengikuti ajang serupa di tingkat nasional. Meski letaknya cukup terpencil, semangat dan partisipasi warga menjadi modal utama dalam memperjuangkan perlindungan bagi warganya yang bekerja di luar negeri.“Kami merasa terhormat menjadi bagian dari lima besar. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik kepada warga,” ungkapnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk perwakilan DPRD, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, camat, kepala desa sekitar, serta organisasi masyarakat yang aktif di bidang migrasi. Kunjungan verifikasi diharapkan dapat memperkuat sinergi antar pihak dalam menghadirkan desa-desa yang aman dan responsif terhadap isu pekerja migran.(dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here