Kepala Bagian PBJ Setda KLU Saeful Bahri. FOTO ANGGER RICO/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah (Setda) KLU telah merampungkan tander lima paket proyek. Hasilnya dari tander yang berlangsung bulan lalu tersebut, empat paket tengah dalam sanggahan. Hal ini diungkapkan Kepala Bagian (Kabag) PBJ Setda KLU Saeful Bahri, Jumat (11/07/2025).

Menurutnya, dari hasil monitoring penetapan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ), terdapat lima proyek penting yang telah mendapatkan penyedia jasa, meskipun nilai kontrak resmi masing-masing proyek belum diumumkan secara terbuka. Salah satu proyek terbesar yang berhasil ditenderkan adalah Pembangunan Gedung Kantor, dengan pagu anggaran mencapai Rp 6,5 miliar.

“Selain itu, terdapat proyek Peningkatan Jalan Ruas Pawang Tenun – Terbis senilai sekitar Rp 2 miliar yang bertujuan meningkatkan konektivitas antar wilayah. Tapi ini menjadi satu-satunya dari lima paket yang tidak mengalami sanggahan dari peserta tender lain,” ujarnya.

Dijelaskan, proyek strategis lain meliputi Penataan Lingkungan Masjid Agung dengan nilai sekitar Rp 1,8 miliar, yang merupakan bagian dari upaya penataan kawasan religius. Selanjutnya, terdapat juga proyek pemeliharaan berupa Rehabilitasi Gedung CT Scan dengan alokasi dana sebesar Rp 888 juta.

“Kelima proyek ini ditenderkan melalui metode tender terbuka, mengedepankan prinsip transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas,” jelasnya.

Pihaknya optimis bahwa pelaksanaan fisik proyek akan dimulai dalam waktu dekat, mengingat sebagian besar tahapan administrasi telah rampung. Jika dalam masa sanggah tidak ada keberatan, maka proses dilanjutkan ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk review akhir dan penunjukan kontrak.

“Pengguna anggaran nanti yang akan mempelajari seluruh dokumen evaluasi dan memutuskan apakah diterima atau tidak. Kalau diterima maka akan dilakukan penetapan ulang,” katanya.

“Untuk proyek-proyek dengan anggaran di atas Rp 1 miliar, waktu pelaksanaan diperkirakan berlangsung selama empat hingga lima bulan, tergantung jenis dan kompleksitas pekerjaan,” pungkasnya.(iko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here