GerbangIndonesia, Lombok Timur – Suasana Desa Anjani, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, berubah menjadi pusat perhatian masyarakat pada Jumat sore (18/7/2025). Ribuan warga berkumpul dalam perhelatan Event Bejango, sebuah kegiatan budaya yang menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang silaturahmi antara pemerintah dan rakyat.
Kegiatan yang diselenggarakan di tengah nuansa pedesaan ini menjadi lebih istimewa karena dihadiri langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Muhamad Iqbal. Kehadirannya disambut hangat oleh masyarakat yang datang tidak hanya untuk menyaksikan acara, tetapi juga membawa semangat kebersamaan dan partisipasi aktif.
Gubernur Iqbal memanfaatkan momen ini untuk berdialog dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Ia meninjau langsung produk-produk yang dijajakan dan memberikan semangat kepada para pengusaha kecil agar terus berkembang.
“Desa harus menjadi titik awal pembangunan. Dari sinilah kekuatan NTB dibentuk,” ungkap Gubernur dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa pendekatan pembangunan ke depan harus melibatkan masyarakat desa sebagai pelaku utama, bukan sekadar penerima manfaat.
Mantan Duta Besar RI itu juga menyoroti persoalan kemiskinan yang masih menghantui sejumlah desa di NTB. Namun, ia optimis bahwa dengan program-program strategis dan kolaborasi yang kuat, angka kemiskinan bisa ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
Kepala Desa Anjani, Muhammad Said, menyampaikan bahwa Event Bejango bukan hanya ajang pertemuan, tetapi juga bentuk penguatan relasi antara masyarakat dan pemimpin. Ia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi desa lain untuk menghadirkan inovasi berbasis budaya dan pemberdayaan.
“Ini bukan seremoni biasa. Ini bentuk nyata masyarakat menyambut perubahan, bukan dengan menunggu, tapi dengan bergerak bersama,” ujar Said.
Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menyebut bahwa sektor pariwisata berbasis desa kini menjadi daya tarik baru di Lotim. Dengan tercatatnya lebih dari 100 desa wisata, potensi ekowisata terus didorong agar memberi manfaat ekonomi langsung bagi warga.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata NTB, Mulki, menegaskan bahwa penyelenggaraan event desa seperti ini merupakan cara efektif untuk menumbuhkan kemandirian. Ia menyebut bahwa keberhasilan suatu desa bukan ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi dari semangat gotong royong dan kreativitas warganya.
“Desa harus bisa mengandalkan kekuatannya sendiri. Pemerintah hanya memberi pemicu, sisanya adalah energi dari masyarakat,” kata Mulki.
Sebagai penutup, dilangsungkan prosesi penyerahan hasil bumi dari masyarakat Desa Anjani kepada Gubernur. Kepala desa dan istrinya mengenakan pakaian adat lengkap, menyerahkan seserahan dalam dulang sebagai lambang syukur dan kepercayaan kepada pemimpin daerah.
Event Bejango pun ditutup dengan semangat kebersamaan dan harapan besar agar desa menjadi titik tolak kemajuan NTB secara menyeluruh.(*)







