
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pembangunan gedung baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lombok Utara tengah berproses, gedung Pediatric Intensive Care Unit (Picu) dan Neonatal Intensive Care Unit (Nicu) ini progresnya sudah mencapai 15 persen. Hal ini dirasa tepat target pembangunan mengingat pengerjaan gedung itu baru beberapa bulan saja. Demikian diungkapkan Direktur RSUD Lombok Utara drg. Nova Budiharjo, Rabu (03/09/2025).
Menurutnya, pihaknya optimis gedung yang akan dijadikan pusat penanganan kasus medis pada anak-anak, balita, dan bayi itu akan selesai tepat waktu sesuai dengan kontrak. Mengingat sisa waktu masih sekitar 4-5 bulan pengerjaan, rencananya gedung tersebut bisa dioperasikan pada tahun 2026 mendatang.
“Progresnya sudah mencapai di atas 15 persen ini melebih target kami. Jadi nanti di sana ada pusat penanganan untuk anak-anak,” ujarnya.
Dijelaskan, pembangunan gedung Picu Nicu RSUD Lombok Utara menelan biaya Rp 6,5 miliar yang sumber anggarannya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat. Nantinya gedung dua lantai itu akan dilengkapi dengan sejumlah alat kesehatan sebagai penunjang demikian pula lengkap dengan sumberdaya manusianya.
“Nanti di 2026 Insyallah sudah bisa digunakan. Saat ini dengan tipe RS C kami rasa fasilitas kami sudah cukup baik. Kami tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” jelasnya.
Selain gedung Picu Nicu, RSUD Lombok Utara juga tengah melakukan rehab terhadap ruangan CT scan, ruangan itu ditambah volumenya dengan menelan biaya sebesar Rp 800 juta yang juga bersumber dari DAK. Ia menilai pengerjaan kedua proyek itu cukup baik yang penting pembangunan dan realisasi anggaran yang terbayar sesuai.
“CT scan ada penambahan ruangan dan volume jadi statusnya rehab. Jadi nanti nicu yang ada sekarang lengkap mendampingi icu jadi bisa pelayanan lebih maksimal khususnya spesialis anak kegawat darutannya kan butuh,” katanya.
SDM menang menjadi salah satu fokus pihaknya dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Rumah Sakit. Maka itu, belakangan dokter spesialis ortopedi ditambah sehingga masyarakat yang mengalami masalah pada sistem gerak tubuh, seperti tulang, sendi, otot, tendon, ligamen, dan saraf, tidak lagi dirujuk ke Rumah Sakit yang ada di Kota Mataram.
“Penambahan spesialis ortopedi jadi bagi warga Lombok Utara mudahan tidak banyak yang dirujuk lagi, bisa ditangani di sini. Misalnya seperti kecelakaan dan lain lain kita sudah bisa tangani cuma mungkin yang sifatnya kompleks tetap akan di rujuk,” pungkasnya.(iko)






