GerbangIndonesia, Lombok Tengah – Secara bertahap, wisata kelas dunia melalui pembangunan Samara Hills dan Samara Bay telah dimulai. Proses pembangunan yang saat ini berjalan setiap harinya memperkerjakan sekitar 1000 pekerja, yang terdiri drai 350 karyawan Samara Hills dan Samara Bay, serta ratusan tenaga kerja dari perusahaan atau rekanan yang mengerjakan berbagai pembangunan yang berlangsung.

Dua kawasan premium ini yakni Samara Hill dan Samara Bay digadang-gadang menjadi ikon baru pariwisata di jantung Pulau Seribu Masjid, sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan dengan sentuhan internasional.

Manajer Operasional Samara Lombok, Perry menjelaskan bahwa saat ini sebagian besar pembangunan terpusat di Samara Hills, sementara Samara Bay disiapkan sebagai kawasan resort eksklusif dengan akses langsung ke pantai.

“Samara Hills kami rancang seperti sebuah kota kecil dengan fasilitas lengkap, mulai dari restoran, supermarket, hingga pusat olahraga. Sedangkan Samara Bay lebih fokus untuk short stay, tiga sampai tujuh hari, seperti resort kelas dunia,” kata Perry.

Keistimewaan Samara Lombok adalah hadirnya brand internasional Hyatt Inclusive Collection. Menariknya, ini menjadi yang pertama di Asia Tenggara.

“Kalau biasanya orang mengenal Grand Hyatt atau Hyatt Regency, kali ini Hyatt memberikan kategori khusus karena menilai Samara Lombok memiliki keunikan tersendiri. Ini membuktikan Lombok mampu bersaing dengan destinasi premium dunia,” jelas manajemen.

Proyek ini menempati lahan 350 plot dengan rencana pembangunan ratusan vila dan tiga hotel internasional. Saat ini, sekitar 30 vila telah berdiri dan akhir tahun ditargetkan bertambah 20 unit lagi.

Pembangunan melibatkan 350 karyawan langsung, sebagian besar berasal dari Lombok. Bila digabung dengan tenaga kontraktor, jumlah pekerja bisa mencapai 1.000 orang setiap hari.

“Kami ingin proyek ini bukan hanya membangun gedung, tapi juga membangun masyarakat lokal,” tegas Perry.

Menurut Halimah Dini Lestari, Communication Manager Samara Lombok, proyek ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Program kontribusi dibagi ke dalam beberapa sektor utama:
1. Pendidikan
Bekerja sama dengan 11 sekolah lokal sejak 2022. Memberikan kursus bahasa Inggris. Melatih siswa dalam pertanian organik.Membekali keterampilan tambahan yang tidak mereka dapatkan di sekolah formal.

2. Pemberdayaan Perempuan
Mengadakan workshop keterampilan bagi ibu-ibu desa sekitar. Membantu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga di wilayah dengan tingkat pendidikan relatif rendah.

3. Lingkungan
Mengimplementasikan program pengelolaan sampah ramah lingkungan.
Menyediakan tempat sampah bambu di sekolah dan masyarakat sekitar. Edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

4. Ketenagakerjaan & Pelatihan
Menyiapkan pendirian hotel school untuk mencetak tenaga kerja lokal di bidang hospitality. Proyeksi kebutuhan tenaga kerja: 1.500 staf saat kawasan beroperasi penuh. Melatih warga lokal yang awalnya bekerja di bidang lain (security, kurir, pekerja lapangan) untuk beralih ke bidang hospitality. Fasilitas pelatihan spa sudah dibangun di atas bukit untuk praktik langsung dengan pemandangan alam.

Dengan konsep “mini city” Samara Lombok ditargetkan menjadi pusat destinasi wisata baru. Bukan tidak mungkin, dalam waktu dekat orang akan menyebut Lombok identik dengan Samara, bukan hanya Mandalika.

“Visi kami jelas: menjadikan Samara Lombok bukan sekadar properti, tapi kota wisata kelas dunia yang memberi manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi kebanggaan NTB,” tutup Perry. (fiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here