Gerbang Indonesia, Lombok Tengah – Berkurangnya transfer pusat sejumlah Rp.380 Miliar ke daerah ‘memecut’ semua pihak. Tentunya para wakil rakyat menjadi yang utama dan garda terdepan menghadapi situasi ini.

Melalui konferensi pers yang digelar di Aula DPRD Loteng pada 02 Oktober, Ketua Dewan Loteng, Lalu Ramdan didampingi Sekwan, Suhadi Kana mengungkapkan bahwa pihak dewan mau tidak mau harus segera mengambil langkah cepat menangani masalah serius ini.

Diungkapkan bahwa salah satu caranya adalah dengan menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD)  semaksimal mungkin.

“Itu sebabnya akan dilakukan maksimalisasi yang akan dirapatkan di Komisi I untuk membahas Ranperda Pemberdayaan dan pengelolaan aset daerah,” jelas Lalu Ramdan.

Kemudian untuk agenda di Komisi II saat ini sedang mengggodok tentang desa wisata. Diketahui bahwa hal ini memang isu lama tetapi belum maksimal terlihat hasilnya.

“Karena sejauh ini desa wisata di Kabupaten Lombok Tengah belum terlihat dominasi suistanable tourismnya serta pertambahan jumlah desa wisata. Oleh karena itu dengan stagnasi keberadaan desa wisata yang dinilai sampai saat ini hanya berkutat sekitar wilayah Sade Rembitan, Sukarare dan beberapa desa wisata lainnya, hingga di Kecamatan Praya Timur desa penghasil kerajinan Ketak Rotan seperti Desa Beleka contohnya, itu terkesan seperti hidup segan mati tak mau, maka ini harus dicarikan solusinya,” jelasnya kemudian.

Untuk Komisi III saat ini juga sedang dibahas Ranperda tentang ruang terbuka hijau.

*Ini kita dorong tentang pemanfaatan luas lahan terbuka hijau di Lombok Tengah, sehingga kita tidak salah kaprah mengenai penataan lingkungan,” terangnya.

Sementara untuk Komisi IV mengenai penanggulangan tentang bahaya kebakaran dan bencana. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here