Pembangunan jembatan penghubung antardusun di Desa Giri Madya. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

Di antara hijaunya hamparan sawah dan semilir angin pagi Desa Giri Madia, suara cangkul dan ketukan palu bersahut-sahutan. Tak ada sekat antara warga dan prajurit. Semua larut dalam satu semangat yang sama, membangun jembatan penghubung antardusun, jembatan harapan.

Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen

Sabtu pagi (25/10/2025), sinar matahari menimpa wajah-wajah yang berpeluh. Seragam loreng TNI menyatu dengan kaus lusuh warga. Mereka bekerja bersama, tanpa komando keras, hanya dengan irama gotong royong yang tulus dari hati.

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 1606/Mataram kali ini memang lebih dari sekadar proyek infrastruktur. Ini adalah potret nyata bagaimana kekuatan bangsa tumbuh dari kebersamaan, dari tangan-tangan yang tak kenal lelah membangun untuk sesama.

“Kami bersama masyarakat berupaya menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Saat ini progres sudah 50 persen,” ujar Serka Sudito, Kepala Tukang di lokasi, sambil menata besi penopang jembatan. “Yang penting, semua dikerjakan dengan hati,” sambungnya.

Bagi Ahmad (41), Ketua RT Gubuk Sayang, jembatan ini bukan hanya soal akses, tapi juga simbol perubahan.

“Dulu kalau hujan, jalan ini nyaris tak bisa dilewati. Anak-anak harus menunggu air surut untuk ke sekolah. Sekarang, kalau jembatan ini jadi, kendaraan bisa lewat, hasil panen bisa cepat dijual. Hidup kami akan lebih mudah,” katanya dengan nada penuh syukur.

Di balik tumpukan batu dan semen, sesungguhnya yang sedang dibangun adalah kepercayaan. Kepercayaan bahwa pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga buah kerja bersama rakyat dan TNI.

Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity


Program TMMD ke-126 bukan sekadar proyek tahunan, ia adalah wujud dari semboyan lama yang terus hidup “Bersama Rakyat, TNI Kuat”. Dan di Giri Madia, semboyan itu menjelma nyata, bahwa di setiap tetes peluh, di setiap jengkal tanah yang dikeraskan, dan di setiap senyum yang menatap masa depan dengan harapan baru. (*)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here