
Di antara hamparan sawah yang mulai menghijau, suara cangkul dan denting batu bersahut-sahutan di Dusun Kebun Baru, Desa Giri Madia, Kecamatan Lingsar. Pagi itu, Sabtu (01/11/2025), tak hanya warga yang sibuk bekerja, deretan seragam loreng juga terlihat menyatu dengan pakaian kerja para petani. Mereka bahu-membahu merampungkan jalan baru yang kini menjadi denyut harapan bagi warga di lereng Lingsar.
Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen
Pemandangan penuh semangat ini disaksikan langsung oleh Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126, yang dipimpin Kolonel Inf Gunung Bintoro, Irut-2 Minpuanter Itter Itum Itjenad. Rombongan disambut hangat oleh Komandan Kodim 1606/Mataram, Kolonel Inf Nyarman, M.Tr.(Han), bersama jajaran Forkopimcam dan masyarakat setempat.
Bagi warga Giri Madia, kehadiran TMMD ke-126 bukan sekadar program fisik. Di balik deru mesin molen dan debu jalan, tersimpan rasa syukur dan harapan baru. Jalan yang tengah dibuka dan dilebarkan bukan hanya memudahkan akses, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan pendidikan yang selama ini terasa jauh.
“Dengan pembukaan jalan baru sepanjang 755 meter dan pelebaran lebih dari 1,3 kilometer, kami berharap hasil pertanian dan perkebunan warga bisa cepat sampai ke pasar,” ujar Kolonel Nyarman dalam paparannya di hadapan Tim Wasev.
“TMMD hadir karena kami ingin menjawab kebutuhan dasar masyarakat infrastruktur yang layak untuk hidup yang lebih baik,” tuturnya.
Sementara itu, Kolonel Gunung Bintoro menegaskan bahwa TMMD adalah bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Program ini, kata dia, tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial masyarakat melalui penyuluhan kesehatan, pendidikan, dan bela negara.
“Pembangunan ini harus berdampak nyata. Kami ingin memastikan setiap tetes keringat yang ditumpahkan prajurit dan warga menghasilkan manfaat yang benar-benar dirasakan,” tegasnya di sela kunjungan lapangan.
Suasana di lokasi penuh keakraban. Anak-anak desa berlari-lari kecil sambil menonton alat berat bekerja, sementara para ibu menyiapkan air dan makanan untuk para pekerja. Di sisi lain, para anggota Satgas TMMD dan warga menata batu, menyiapkan semen, dan menegakkan dinding talud.
“Jalan ini bukan sekadar akses, tapi harapan baru bagi kami,” kata Samiudin, Kepala Desa Giri Madia, dengan mata berbinar.
Selama ini kata dia, masyarakat harus memutar jauh untuk membawa hasil panen.
“Tapi sekarang, kalau jalan ini jadi, semuanya akan lebih mudah,” katanya bahagia.
Kunjungan Tim Wasev diakhiri dengan peninjauan langsung ke titik-titik pekerjaan yang sedang digarap Satgas TMMD. Di tengah panas siang dan debu jalan yang beterbangan, semangat gotong royong tetap terasa hangat.
Program TMMD di Giri Madia bukan hanya membangun jalan dan talud, tapi juga membangun kepercayaan bahwa kemajuan desa lahir dari tangan-tangan yang bekerja bersama, antara rakyat dan TNI, tanpa sekat dan tanpa pamrih.
Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity
Dari Lingsar, kerja itu terus berjalan. Di bawah terik dan di tengah lumpur, keringat yang menetes berubah menjadi aliran harapan, mengalir seperti air yang menembus tanah kering, memberi kehidupan bagi desa-desa di Lombok Barat. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli






