GerbangIndonesia, Lombok Utara – Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbupora) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menetapkan arah pembangunan tahun 2026 dengan fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Upaya ini menyasar guru serta tenaga kependidikan melalui berbagai bimbingan teknis, pendidikan dan pelatihan (diklat), serta kegiatan peningkatan kompetensi lainnya.
Plt Kepala Dikbupora KLU Moh. Najib, menjelaskan bahwa fokus tersebut selaras dengan arahan pimpinan daerah yang mengutamakan pengembangan kualitas SDM.
“Prioritas pembangunan ke depan bukan hanya fisik, tapi juga peningkatan kapasitas. Itu sebabnya kami akan lebih banyak mengarahkan program pada bimtek, diklat, dan pelatihan,” ungkapnya.
Menurut Najib, pembangunan fisik bidang pendidikan pada tahun 2025 berlangsung cukup masif.
Banyak ruang kelas baru (RKB) serta sarana prasarana sekolah lainnya yang telah dibangun.
Hal itu, menurutnya, memberikan ruang untuk lebih menyeimbangkan antara pembangunan fisik dengan peningkatan kualitas SDM pada tahun berikutnya.
“Kami belum minta data terbaru soal kondisi RKB dan sarpras lain. Namun melihat pembangunan fisik begitu gencar di tahun 2025, saya kira hampir terpenuhi,” katanya.
Karena itu, dia menilai di tahun 2026 lebih menekankan pada peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan.
Najib menambahkan, jumlah guru dan tenaga kependidikan di Lombok Utara cukup besar.
Yaitu mencapai lebih dari 40 persen dari total aparatur sipil negara (ASN) yang ada Gumi Tioq Tata Tunaq.
Kondisi ini, kata dia, membuat program peningkatan kapasitas menjadi sangat strategis dan berdampak luas.
Peningkatan kapasitas, lanjutnya, tidak hanya sebatas kemampuan mengajar di kelas, melainkan juga mencakup penguasaan teknologi pendidikan, manajemen sekolah, hingga penguatan nilai-nilai kebangsaan dan karakter siswa.
“Kita ingin SDM pendidikan Lombok Utara makin siap menghadapi tantangan zaman, termasuk era digital,” ujarnya.
Selain itu, Najib juga menekankan pentingnya kesinambungan antara peningkatan kualitas guru dengan mutu layanan pendidikan.
Ia berharap, hasil dari pelatihan yang akan diberikan dapat langsung dirasakan oleh siswa dalam bentuk pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan sesuai kebutuhan zaman.
Lebih jauh, pihaknya membuka kemungkinan bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan maupun mitra lain, baik di tingkat lokal maupun nasional, untuk mendukung program peningkatan kapasitas ini.
“Kami tentu tidak bisa jalan sendiri, harus ada sinergi dengan berbagai pihak,” pungkasnya. (*)







