
Di antara kabut tipis yang menyelimuti perbukitan Desa Dasan Geria pada Kamis pagi (06/11/2025), suara deru motor trail memecah keheningan. Jalan tanah yang masih lembab selepas hujan menjadi rute berat bagi rombongan Danrem 162/Wira Bhakti, Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, bersama Komandan Kodim 1606/Mataram, Kolonel Inf Nyarman, M.Tr.(Han), dan para pejabat Forkopimda Lombok Barat.
Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen
Mereka menempuh perjalanan menantang menuju lokasi TMMD ke-126. Di mana sebuah jembatan baru penghubung antara Desa Giri Madya dan Desa Dasan Geria siap diresmikan.
Setibanya di lokasi, senyum warga menyambut dengan hangat. Anak-anak berlarian di sisi jembatan, sementara para ibu menyiapkan minuman hangat untuk tamu yang datang. Dari kejauhan, tampak pita merah putih terbentang di atas jembatan, simbol berakhirnya sebulan penuh kerja keras antara TNI dan masyarakat.
Danrem 162/WB Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, dengan gagah mengenakan pakaian lapangan, memotong pita sebagai tanda peresmian. Tepuk tangan membahana di antara warga dan prajurit. Di momen sederhana itulah, TMMD ke-126 resmi ditutup.
Program TMMD kali ini bukan sekadar kegiatan tahunan. Di balik lumpur dan terik matahari, tersimpan kisah kolaborasi antara TNI dan warga untuk membuka keterisolasian dua desa yang selama ini sulit dijangkau. Selama 30 hari penuh, 150 prajurit TNI bahu membahu bersama warga setempat, membuka jalan baru, membangun jembatan, serta menghadirkan sumur bor dan pompa hidram, sebuah solusi atas kebutuhan air bersih yang selama ini menjadi persoalan utama masyarakat di perbukitan Lombok Barat.
Dandim 1606/Mataram Kolonel Inf Nyarman mengisahkan, antusiasme warga begitu tinggi sejak hari pertama.
“Selama sebulan penuh, masyarakat ikut turun tangan. Mereka sadar ini untuk kampung mereka sendiri. Ada rasa memiliki, rasa bangga, karena tahu hasilnya akan mereka nikmati bersama,” ujarnya bangga.
Menurut Nyarman, jalan baru ini menjadi akses vital yang akan mempercepat mobilitas hasil pertanian dan mempermudah warga menuju fasilitas kesehatan serta pendidikan. Namun, ia juga mengingatkan perlunya tindak lanjut dari pemerintah daerah.
“Kami berharap jalan ini segera diperkeras atau diaspal. Saat ini masih berupa tanah liat, dan akan sulit dilalui saat hujan. Pemda sudah menyatakan siap membantu perbaikannya,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief menegaskan bahwa TMMD bukan hanya tentang membangun fisik, tetapi juga membangun semangat dan kemandirian masyarakat.
“Program ini sudah berjalan rutin setiap tahun dan terbukti sangat membantu masyarakat di berbagai wilayah. Yang paling penting adalah sinergi antara TNI dan pemerintah daerah. Bersama-sama kita bantu menggerakkan masyarakat dan mengatasi kesulitan di lapangan,” katanya.
Danrem juga menyinggung program unggulan tambahan dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) berupa pengadaan sumur bor dan pompa hidram, yang dinilainya sangat membantu masyarakat di Lombok Barat.
“Air itulah sumber utama kehidupan. Ini akan terus kita kembangkan di tempat-tempat lain,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat pun menilai TMMD menjadi contoh nyata sinergi pembangunan lintas sektor. Asisten III Setda Lombok Barat, H. Fauzan Husniadi menyebut bahwa pemerintah daerah siap mendukung keberlanjutan program serupa.
“TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun optimisme masyarakat desa. Kami akan menyiapkan dukungan agar kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, baik dalam bentuk TMMD maupun karya bakti,” ujarnya.
Kini, jembatan penghubung itu menjadi saksi nyata perubahan. Warga dari dua desa tak lagi harus memutar jauh menyeberangi sungai atau menembus hutan saat membawa hasil panen. Anak-anak sekolah pun bisa berangkat lebih cepat tanpa khawatir terjebak hujan atau jalan berlumpur.
Di akhir acara, Brigjen Sjasul Arief menyalami para warga satu per satu, lalu menatap ke arah jembatan yang baru saja diresmikannya.
“Ini bukan sekadar jalan dan jembatan. Ini adalah simbol kebersamaan TNI dan rakyat yang tidak akan pernah putus,” ujarnya pelan.
Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity
Di tengah sorot kamera dan lambaian tangan warga, rombongan Danrem meninggalkan lokasi dengan motor trail, menyusuri kembali jalan berbukit yang kini tak lagi menjadi penghalang, tetapi penghubung harapan dan masa depan bagi masyarakat Lombok Barat. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli







