GerbangIndonesia, Lombok Timur – Menyambut meningkatnya kebutuhan masyarakat pada momentum Natal dan Tahun Baru, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Lombok Timur, PT Energi Selaparang, melakukan langkah antisipatif dengan mengintensifkan produksi air minum dalam kemasan (AMDK). Upaya ini dilakukan guna memastikan ketersediaan stok tetap terjaga di tengah lonjakan permintaan akhir tahun.
Direktur Utama PT Energi Selaparang, Joyo Supeno, menyampaikan bahwa perusahaan daerah tersebut saat ini memaksimalkan seluruh kapasitas produksi yang tersedia. Meski dihadapkan pada keterbatasan fasilitas, pihaknya tetap berupaya menjaga stabilitas pasokan agar kebutuhan masyarakat, instansi pemerintah, dan lembaga lainnya dapat terpenuhi, Senin (15/12/2025).
Ia menjelaskan, sumber air yang dikelola PT Energi Selaparang telah memenuhi standar kelayakan konsumsi dan didukung ketersediaan bahan kemasan berupa botol dan gelas. Permintaan dari instansi pemerintah di tingkat kabupaten dan kecamatan sebagian besar telah dipenuhi, sementara kebutuhan dari pemerintah desa dan lembaga lain masih terus diproses secara bertahap.
Joyo menambahkan, dukungan penyertaan modal dari APBD Lombok Timur dimanfaatkan untuk memperkuat kinerja perusahaan, tidak hanya pada sektor AMDK, tetapi juga pada unit usaha lain seperti pengelolaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) serta pengurusan tambahan kuota BBM.
Menurutnya, percepatan produksi menjadi langkah penting agar BUMD mampu bersaing di tengah dominasi perusahaan swasta bermodal besar. Sebagai satu-satunya BUMD di Nusa Tenggara Barat yang memproduksi air minum kemasan, PT Energi Selaparang juga mulai membuka peluang pengembangan pasar ke luar wilayah Lombok Timur.
Di sisi internal, perusahaan terus melakukan pembenahan tata kelola. Efisiensi manajemen, penataan struktur organisasi, serta pengendalian biaya operasional dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan perusahaan yang sempat mengalami penurunan kinerja pada tahun-tahun sebelumnya. Langkah tersebut, kata Joyo, mulai berdampak pada meningkatnya kepercayaan publik.
Dukungan pemerintah daerah juga menjadi faktor pendorong. Imbauan penggunaan produk lokal kepada organisasi perangkat daerah, instansi vertikal dan horizontal, serta para pemangku kepentingan dinilai membantu memperluas pemasaran AMDK bermerek Asel di wilayah Lombok Timur.
Saat ini, jaringan distribusi PT Energi Selaparang telah menjangkau hampir seluruh kecamatan melalui agen dan distributor resmi. Perusahaan memastikan kesiapan untuk segera menyalurkan tambahan pasokan apabila terjadi kekurangan stok di lapangan.
Dengan berbagai strategi tersebut, PT Energi Selaparang optimistis mampu menjaga ketersediaan air minum kemasan selama libur akhir tahun sekaligus memperkuat posisi produk BUMD di pasar lokal.(*)







