GerbangIndonesia, Lombok Barat — Ratusan penumpang Kapal Motor (KM) Mutiara Ferindo II tertahan di perairan Lombok Barat setelah kapal yang mereka tumpangi gagal bersandar di Dermaga Gili Mas pada Jumat pagi (02/01/2026). Insiden ini sempat memicu ketegangan dan kemarahan penumpang di atas kapal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, KM Mutiara Ferindo II sebenarnya sudah tiba di perairan Gili Mas pada Jumat Subuh. Namun, kapal tidak dapat merapat ke dermaga lantaran kondisi air laut yang sedang surut ekstrem, sehingga membahayakan proses bongkar muat.
Di saat yang bersamaan, sebuah kapal pesiar mewah (cruise ship) tiba sesuai jadwal untuk bersandar di dermaga yang sama. Karena jadwal sandar kapal pesiar telah ditetapkan jauh hari, KM Mutiara Ferindo II terpaksa diminta mengalah dan kembali ke area standby di perairan sekitar.
Keputusan untuk kembali ke area parkir memicu amarah para penumpang yang sudah menunggu lama untuk turun. Ketegangan sempat terjadi antara penumpang dan kru kapal. Penumpang merasa dirugikan secara waktu dan tenaga akibat penundaan tersebut.
Guna meredam situasi, pihak manajemen KM Mutiara Ferindo II melakukan negosiasi dengan perwakilan penumpang. Hasilnya, pihak kapal sepakat memberikan kompensasi berupa pengembalian uang (refund) sebesar 50 persen dari harga tiket kepada seluruh penumpang yang terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, KM Mutiara Ferindo II terpantau masih terparkir di perairan Pantai Cemara, Lombok Barat. Setelah kesepakatan kompensasi tercapai, sebagian penumpang memilih untuk segera turun tanpa membawa kendaraan mereka.
“Beberapa penumpang memilih keluar kapal lebih dulu untuk pulang, sementara kendaraan mereka tetap di dalam kapal menunggu kapal bisa sandar sepenuhnya,” ujar salah satu penumpang, Ari wahyudi asal Kediri Lombok Barat.
Rencananya, proses bongkar muat kendaraan dan muatan sisa lainnya baru akan dilaksanakan pada Jumat malam hari, saat kondisi pasang surut air laut memungkinkan kapal untuk merapat dengan aman ke Dermaga Gili Mas. (*)








