GerbangIndonesia, Lombok Barat – Ribuan pasang mata menjadi saksi kekhidmatan acara puncak Haul Majmuk ke-33 Muassis (Pendiri) Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri yang digelar hari ini, Minggu, 1 Februari 2026. Acara ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi bagi para ulama besar darsah, di antaranya TGH. Mustafa Khalidi, TGH. Ibrahim Khalidi, TGH. Muhammad Idris Misbah, serta seluruh jajaran Tuan Guru pembina yang telah meletakkan fondasi dakwah di bumi Nusantara.

Kesuksesan acara puncak ini merupakan akumulasi dari persiapan matang dan rangkaian kegiatan spiritual yang telah dimulai sejak Sabtu lalu. Atmosfer kemuliaan telah terbangun melalui prosesi Khataman Al-Qur’an yang melibatkan 2.500 santri dengan pencapaian luar biasa sebanyak 1.500 kali khatam. Selain itu, aspek intelektual juga diperkuat melalui Seminar Ilmiah yang membedah Tafsir Saintifik dan Kurikulum Pesantren bersama Dr. TGH. Buya Subki Sasaki, MH dan TGH. Basyirun, M.S.I., serta ditutup dengan ziarah makam sebagai bentuk tabarruk kepada para leluhur pesantren.

Acara puncak hari ini diawali dengan pembacaan Ratiban yang menggetarkan jiwa, disusul dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Qoriah Internasional, Ustadzah Hj. Yuni Wulandari. Dalam laporannya, Ketua Panitia Ustadz H. Hambali menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi seluruh elemen pesantren yang membuat acara ini berjalan lancar. Pimpinan Yayasan, Tuan Guru Drs. H. Mukhlis Ibrahim, M.Si, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga warisan intelektual para muassis di tengah gempuran era modern. Beliau menegaskan bahwa Al-Ishlahuddiny bukan sekadar lembaga, melainkan sanad perjuangan yang harus dijaga kemurniannya.

Testimoni mendalam juga disampaikan oleh TGH. Taisir Al-Azhar, Lc., MA, yang mewakili alumni. Beliau memaparkan bagaimana didikan para Tuan Guru telah berhasil mencetak ribuan tokoh yang kini berkhidmat di berbagai sektor. Suasana semakin syahdu saat memasuki sesi inti zikir dan doa. Zikir dipimpin oleh TGH. Yusuf Prine, dilanjutkan dengan Tahlil oleh TGH. Mukhtar Taman. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan secara berurutan oleh tiga ulama kharismatik, yakni TGH. Muharar Mahfuzh, TGH. Hijazi Gerantung, dan TGH. Abd Qahhar Egok.

Haul ke-33 ini dinilai sebagai sukses besar, tidak hanya dari kuantitas kehadiran massa tetapi juga dari kualitas pengorganisasian yang sangat rapi. Para alumni yang hadir dari berbagai daerah menyatakan bahwa momen ini menjadi ajang penguat semangat untuk terus berkhidmat di tengah masyarakat, meneladani perjuangan Almaghfurlah TGH. Mustafa Khalidi dan guru-guru lainnya. Melalui peringatan ini, PP Al-Ishlahuddiny kembali meneguhkan posisinya sebagai mercusuar pendidikan Islam yang tetap relevan dengan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi salaf yang kuat. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here