Warga Pansor saat merusak sejumlah bangunan milik desa. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Warga Desa Pansor Kecamatan Kayangan Lombok Utara ramai-ramai mendatangi kantor desa setempat, Kamis (19/02/2026). Mereka yang kecewa akan keputusan Desa atas hasil seleksi perangkat kewilayahan, meluapkan amarah dengan merusak kantor desa setempat.

Dalam insiden tersebut, tidak hanya kantor desa mengalami kerusakan, Kepala Desa Pansor juga disebut sempat menjadi korban pemukulan oleh massa. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat keamanan terkait kronologi detail dugaan pemukulan tersebut.

Usut punya usut, warga mempersoalkan hasil panitia seleksi Kadus yang dinilai tidak sesuai prinsip keadilan. Sejumlah warga menilai proses seleksi tidak berjalan transparan karena peserta dengan nilai tertinggi disebut tidak direkomendasikan untuk dilantik, sementara yang akan dilantik justru peserta dengan nilai kedua.

“Pelantikan dibatalkan hari ini. Kita tunggu jawaban dari pak kades dulu, karena kuncinya di pak kades,” ujar Sekdes Pansor Syahdan.

Menurutnya, pihak yang hasil pansel dengan nilai tertinggi tidak mau direkom untuk dilantik, sedangkan yang mau dilantik nilai yang kedua. Situasi yang memanas membuat acara pelantikan yang dijadwalkan hari ini akhirnya dibatalkan.

“Belum bisa dihubungi. Saya tidak tahu pak kades di mana saat ini,” ujarnya.

Dijelaskan Syahdan, saat ini situasi sudah mulai kondusif setelah sebelumnya video dan foto yang beredar luas memperlihatkan kondisi kantor desa rusak, dengan material bangunan berserakan, serta fasilitas kantor dikeluarkan.

Syahdan lebih jauh menyebut pihaknya masih menunggu sikap dan langkah dari pemerintah kecamatan serta Pemerintah Kabupaten Lombok Utara terkait polemik ini.

“Untuk sementara tidak. Kita tunggu hasil dari kecamatan dan kabupaten. Nanti kita lihat dulu,” pungkasnya.(iko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here