Gerbangindonesia.co.id – Lombok Timur – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan transparansi dengan menggandeng insan media sebagai mitra strategis. Langkah ini ditegaskan oleh Ketua BAZNAS Lombok Timur, Drs. H. Muhammad Kamli, dalam pertemuan yang berlangsung pada Rabu (18/03/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Kamli menjelaskan bahwa dinamika pengelolaan zakat di daerah menuntut kesiapan lembaga untuk melayani masyarakat dari berbagai latar belakang. Mulai dari kalangan pelajar hingga masyarakat umum dengan kondisi ekonomi yang beragam, semuanya membutuhkan pendekatan yang tepat agar bantuan dapat tersalurkan secara efektif.
Ia mengakui bahwa masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi, terutama dalam memperluas jangkauan layanan serta memenuhi target yang telah ditetapkan. Namun demikian, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan demi meningkatkan kinerja lembaga.
Menurut Kamli, peran media sangat krusial dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus membangun citra positif lembaga. Oleh karena itu, ia mendorong agar kerja sama yang terjalin dapat dituangkan dalam bentuk kesepakatan resmi guna menciptakan hubungan yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi lanjutan dari komunikasi sebelumnya yang telah dilakukan di wilayah Masbagik. Ia berharap kolaborasi yang terbangun mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program sosial keagamaan di Lombok Timur.
Di sisi lain, Kamli juga menyinggung kesibukannya selama bulan Ramadan yang diisi dengan berbagai kegiatan daerah, termasuk mendampingi Bupati Lombok Timur dalam agenda safari Ramadan dan kunjungan ke masyarakat.
Ia turut mengungkapkan rencana Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang akan menyelenggarakan Gerakan Zakat, Infak, dan Sedekah di Pendopo Bupati. Kegiatan tersebut diproyeksikan dihadiri ratusan pejabat daerah sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesadaran berzakat.
Lebih lanjut, Kamli menegaskan bahwa segala bentuk dukungan atau apresiasi kepada media tidak bersumber dari dana zakat, infak, maupun sedekah. Seluruh pembiayaan berasal dari anggaran operasional pemerintah daerah guna menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Saat ini, jumlah amil dan amilat di BAZNAS Lombok Timur tercatat sebanyak 113 orang. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga profesionalisme serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga.
Menutup keterangannya, Kamli berharap kerja sama antara BAZNAS dan media dapat terus diperkuat sehingga mampu meningkatkan kepercayaan publik serta memperluas manfaat program zakat bagi masyarakat Lombok Timur.(dan)






