GerbangIndonesia, Mataram – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Agen GAS-PAMAN Tahun 2026 dengan tema “Bersama Mengedukasi, Bersama Melindungi Keluarga dari Risiko Obat dan Makanan yang Tidak Memenuhi Ketentuan” di Aula BBPOM di Mataram, Rabu (10/6).
Kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi inovasi GAS-PAMAN (Keluarga Sadar Pangan dan Obat Aman) yang sebelumnya memanfaatkan pedagang sayur keliling sebagai media edukasi masyarakat. Pada tahun 2026, inovasi tersebut dikembangkan melalui pelibatan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB/PKB) serta mahasiswa Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) sebagai agen perubahan yang berperan aktif menyampaikan informasi keamanan obat dan makanan kepada masyarakat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso Mataram, S.Si., Apt. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa keamanan obat dan makanan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Perkembangan teknologi dan perdagangan digital memberikan kemudahan akses terhadap produk, namun juga meningkatkan risiko beredarnya produk yang tidak memenuhi ketentuan, seperti produk tanpa izin edar, produk palsu, kosmetik mengandung bahan berbahaya, serta pangan yang tidak aman.
“Melalui kegiatan ini kami berharap Agen GAS-PAMAN, baik Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana maupun adik-adik mahasiswa PKPA UMMAT Mataram, dapat menjadi perpanjangan tangan BPOM dalam memberikan edukasi, komunikasi, dan informasi terkait obat dan makanan kepada masyarakat sehingga keluarga semakin cerdas dan terlindungi dari risiko produk yang tidak memenuhi ketentuan,” ujar Yogi.
Peserta kegiatan terdiri atas perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Barat, PLKB/PKB dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, serta mahasiswa PKPA UMMAT Mataram. Selama bimbingan teknis, peserta mendapatkan pembekalan mengenai keamanan pangan, penggunaan obat yang benar dan rasional, pentingnya membaca label dan izin edar, kewaspadaan terhadap kosmetik berbahaya, serta strategi komunikasi dan edukasi kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BBPOM di Mataram berharap para Agen GAS-PAMAN mampu menjadi kader edukasi yang aktif dan berkelanjutan dalam menyebarluaskan informasi keamanan obat dan makanan hingga ke tingkat keluarga dan komunitas. Sinergi antara BBPOM di Mataram, Kemendukbangga/BKKBN, dan perguruan tinggi diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi serta meningkatkan literasi masyarakat sehingga terwujud keluarga NTB yang lebih sehat, cerdas, dan terlindungi dari risiko obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan. (*)







