Gerbangindonesia.co.id – Jakarta – Upaya membangun lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan memerlukan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk kalangan pekerja. Pesan tersebut mengemuka dalam Kongres II Serikat Buruh Nasionalis Indonesia (SBNI) yang berlangsung di Kantor Pusat SBNI, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2026), dengan menghadirkan Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat.
Membuka jalannya kongres, Jumhur menekankan bahwa organisasi buruh memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan program perlindungan dan pemulihan lingkungan. Menurutnya, para pekerja merupakan bagian penting dari aktivitas industri sehingga dapat berperan aktif mendorong perusahaan menjalankan operasional yang selaras dengan ketentuan lingkungan.
Ia mengatakan transformasi kawasan industri menuju kawasan yang lebih hijau harus menjadi agenda bersama. Kepatuhan terhadap pengelolaan limbah, pengendalian emisi, hingga penerapan standar lingkungan dinilai menjadi langkah mendasar untuk menciptakan industri yang berdaya saing tanpa mengabaikan kelestarian alam.
Jumhur juga mengingatkan pentingnya penerapan Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan (K3L) sebagai budaya kerja di setiap perusahaan. Menurutnya, lingkungan kerja yang aman dan sehat akan berdampak langsung terhadap produktivitas tenaga kerja sekaligus mengurangi berbagai risiko yang dapat merugikan pekerja maupun perusahaan.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan gerakan nasional pemulihan lingkungan yang akan melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Program itu dirancang sebagai gerakan kolaboratif dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas lokal, hingga serikat pekerja untuk mempercepat upaya pemulihan lingkungan di berbagai daerah.
Menurut Jumhur, keberhasilan program tersebut bergantung pada keterlibatan semua pihak. Pemerintah, kata dia, akan mengoordinasikan berbagai sumber daya yang tersedia, termasuk dukungan pendanaan dari anggaran negara, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dan lembaga filantropi, agar langkah pemulihan lingkungan dapat berjalan secara berkesinambungan.
Di sisi lain, Ketua Umum Serikat Buruh Nasionalis Indonesia (SBNI), Adv. Wagimun, SH., C.P.M., menyebut Kongres II menjadi tonggak penting bagi organisasi untuk merumuskan arah perjuangan lima tahun mendatang setelah melewati perjalanan sejak berdiri pada 9 Juli 2021.
Sekitar 300 peserta yang berasal dari kepengurusan pusat maupun daerah mengikuti kongres tersebut untuk membahas penguatan organisasi sekaligus menyusun berbagai program strategis yang relevan dengan dinamika dunia ketenagakerjaan saat ini.
Menurut Wagimun, organisasi buruh harus mampu menjawab tantangan yang terus berkembang. Selain memperjuangkan hak-hak normatif pekerja, serikat buruh juga memiliki tanggung jawab untuk ikut menciptakan budaya kerja yang aman, sehat, dan peduli terhadap lingkungan.
Ia menegaskan SBNI siap mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat perlindungan lingkungan hidup melalui peningkatan edukasi kepada anggota, penguatan penerapan K3L di lingkungan kerja, serta mendorong perusahaan agar menjalankan kegiatan usaha yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Wagimun juga menyatakan dukungan organisasi terhadap berbagai program pembangunan nasional yang dijalankan pemerintah. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan pekerja dan kelestarian lingkungan bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan tujuan yang harus diwujudkan secara bersamaan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Kongres II SBNI pun menjadi momentum memperkuat komitmen bersama antara pemerintah dan organisasi buruh untuk membangun dunia industri yang tidak hanya produktif dan kompetitif, tetapi juga mampu menjaga kualitas lingkungan hidup sebagai bagian dari pembangunan nasional yang berkelanjutan.(dan)







