GerbangIndonesia, Mataram – Kinerja seluruh satuan fungsi dan kepolisian sektor (polsek) di bawah payung Polresta Mataram dikuliti habis. Jumat (17/7), Kapolresta Mataram Kombespol Hendro Purwoko memimpin langsung Rapat Gelar Operasional di Gedung Wira Pratama untuk mengevaluasi rapor jajarannya sepanjang Juni 2026. Forum strategis yang dihadiri para kabag, kasat, kasi, hingga seluruh kapolsek itu menjadi ajang bedah masalah sekaligus perumusan taktik anyar guna menyapu bersih potensi kriminalitas jalanan di ibu kota provinsi tersebut.

Dalam rapat evaluasi tersebut, satu per satu kepala satuan dan kapolsek memaparkan capaian kinerja sekaligus blak-blakan mengenai kendala yang dihadapi di lapangan. Diskusi pun berjalan dinamis saat Kapolresta mulai memberikan asistensi dan instruksi taktis terkait peta kerawanan wilayah ter-update.

Kombespol Hendro Purwoko memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh personel yang berhasil menjaga tensi keamanan tetap adem dan kondusif dalam sebulan terakhir. “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang telah bekerja keras sehingga situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polresta Mataram tetap aman dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan nyaman,” ujar perwira menengah dengan tiga melati di pundak tersebut.

Meski situasi relatif landai, Hendro mewanti-wanti jajarannya agar tidak terlena. Mantan penyidik ini menegaskan, perbaikan performa pelayanan publik harus terus dikebut melalui penguatan fungsi preemtif dan preventif. Baginya, rapat berkala seperti ini bukan sekadar rutinitas di atas kertas, melainkan instrumen penting untuk memetakan hambatan tugas guna melahirkan solusi cepat yang dirasakan langsung oleh warga.

Lebih lanjut, alumnus Akademi Kepolisian itu menginstruksikan korps baju cokelat Mataram untuk lebih peka membaca dinamika global dan nasional yang berpotensi memantik riak keamanan di tingkat lokal. Deteksi dini dan imbauan keamanan harus digencarkan secara masif. Di sektor lapangan, aksi nyata berupa patroli rutin, patroli dialogis, hingga penebalan personel di titik-titik rawan wajib ditingkatkan guna menekan angka kejahatan konvensional, seperti perkelahian, penganiayaan, hingga momok kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor).

Hendro percaya bahwa kehadiran polisi secara konsisten di tengah pemukiman dan pusat aktivitas publik merupakan obat paling mujarab untuk mereduksi niat para pelaku kejahatan. Sebelum menutup arahannya, ia meminta seluruh perwira pengendali mempererat kongsi dengan TNI, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat guna membangun pagar betis pencegahan yang kokoh. Di sisi lain, ia menjamin penegakan hukum akan tetap dilakukan secara profesional dan tanpa pandang bulu demi menghadirkan rasa keadilan dan kepastian hukum di tengah masyarakat. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here