GerbangIndonesia, Malang – PLN Icon Plus meluncurkan Komunitas Kelas Koding Inklusif melalui program Bangkit Dari Kode di SLB River Kids Malang, Jawa Timur, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus. Program ini bertujuan menghadirkan ruang belajar teknologi yang inklusif agar anak-anak berkebutuhan khusus memiliki kesempatan yang sama dalam mengenal dunia koding serta mengembangkan potensi digital mereka.
Peluncuran komunitas ini mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Malang dan Kota Batu, Forum Peduli Autisme Jawa Timur, SLB River Kids Malang, sekolah-sekolah luar biasa di Kota Malang, serta Kidilent sebagai mitra pelaksana Kelas Koding Inklusif.
Selain peluncuran komunitas, kegiatan juga diisi dengan Kelas Koding Inklusif, penyerahan beasiswa bagi anak berkebutuhan khusus, dukungan layanan internet gratis selama satu tahun, serta bantuan alat belajar sensorik dan permainan edukasi melalui pilar Iconnectivity for Education PLN Icon Plus.
Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, mengatakan bahwa akses teknologi harus terbuka bagi seluruh anak.
“PLN Icon Plus percaya bahwa akses terhadap teknologi harus dapat dinikmati oleh semua anak. Kami berkomitmen mendukung pembelajaran digital yang inklusif agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dan menyiapkan masa depannya,” ujar Chipta Perdana.
Direktur Niaga dan Pemasaran PLN Icon Plus, Joice Lanny Wantania, mengatakan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam memperluas akses pendidikan digital yang inklusif.
“Kami berharap Kelas Koding Inklusif dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lebih banyak anak melalui kolaborasi bersama berbagai mitra,” ujar Joice Lanny Wantania.
Perwakilan Kidilent, Cendekia, mengatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh akses yang setara terhadap pendidikan teknologi.
“Seperti kepanjangan dari Kidilent, yaitu Kids Diverse Talent, kami meyakini bahwa setiap anak memiliki talenta yang beragam dan layak mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Kelas Koding Inklusif hadir untuk membuktikan bahwa belajar koding dapat diakses oleh semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, melalui metode pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan menyenangkan” ujar Cendekia.
Melalui pilar Iconnectivity for Education, PLN Icon Plus terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pendidikan dan literasi digital yang inklusif sebagai bagian dari pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan. (*)







