
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XII Nusa Tenggara Barat resmi berakhir. Kontingen Kabupaten Lombok Utara berhasil mencatatkan peningkatan prestasi yang membanggakan dengan meraih 71 medali, meningkat signifikan dibandingkan PORPROV tahun 2023 yang memperoleh 49 medali.
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Lombok Utara, I Made Kariyasa, S.Pd.H., M.M., menyampaikan, apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, KONI, pengurus cabang olahraga, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan kepada kontingen Lombok Utara.
“Atas nama pribadi dan lembaga DPRD, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet dan ofisial yang telah berjuang dengan penuh semangat mengharumkan nama Kabupaten Lombok Utara. Kenaikan perolehan medali ini adalah bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah telah membuahkan hasil yang membanggakan,” ujarnya, Rabu (29/07/2026).
Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem pembinaan olahraga yang lebih terarah, berkelanjutan, dan profesional sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Namun di balik keberhasilan tersebut, Kariyasa menegaskan masih ada pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Lombok Utara.
Ia meminta Dikpora agar segera menyelesaikan pencairan hak para atlet dan ofisial, terutama pembayaran uang Training Center (TC) yang hingga saat ini masih belum diterima.
“Para atlet dan offisial telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan meninggalkan keluarga demi membawa nama baik daerah. Oleh karena itu, hak mereka tidak boleh tertunda. Saya meminta Dikpora untuk segera menuntaskan proses administrasi dan mempercepat pencairan uang TC yang menjadi hak atlet dan ofisial,” tegas Kariyasa.
Politisi PDIP itu menilai, keterlambatan pembayaran bukan hanya persoalan administrasi, tetapi juga menyangkut penghargaan pemerintah terhadap dedikasi insan olahraga.
“Jangan sampai semangat juang para atlet yang telah memberikan prestasi justru direspons dengan lambannya pemenuhan hak mereka. Pemerintah harus hadir, bukan hanya saat melepas keberangkatan dan memberikan ucapan selamat, tetapi juga memastikan seluruh hak atlet dan ofisial dipenuhi secara tepat waktu,” sambungnya.
Selain penyelesaian uang TC, Kariyasa juga mendorong Pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk segera menyiapkan pemberian bonus bagi atlet berprestasi sebagai bentuk penghargaan nyata atas pengorbanan dan prestasi yang telah mereka persembahkan.
Ia menambahkan bahwa DPRD akan terus mengawal proses penyelesaian hak-hak atlet dan memastikan adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan PORPROV, mulai dari pembinaan, pelaksanaan Training Center, sarana dan prasarana, hingga sistem penghargaan bagi atlet dan pelatih.
“Prestasi 71 medali ini harus menjadi fondasi untuk melangkah lebih jauh. Mari jadikan keberhasilan ini sebagai motivasi untuk membangun olahraga Lombok Utara yang lebih maju, sekaligus memastikan bahwa setiap atlet yang berjuang untuk daerah mendapatkan penghargaan dan hak yang layak.” katanya.
“Terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, KONI, pemerintah daerah, serta masyarakat Lombok Utara. terimakasi kepada tim ipsi dan atlit atlit pencak silat yang sudah berjuang dan khususnya yang memperoleh medali. Kalian telah mengharumkan nama daerah. Kini saatnya pemerintah menunjukkan komitmennya dengan menuntaskan seluruh hak atlet dan ofisial tanpa penundaan lagi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Kariyasa menambahkan, melihat perkembangan para atlet di Lombok Utara yang cukup signifikan ia merasa sangat perlu adanya gelanggang olahraga (GOR) guna pemusatan latihan para atlet serta pengembangan talenta-talenta muda Lombok Utara.
“Untuk GOR saya rasa sangat perlu, terlebih KLU sekarang ini sudah berumur 18 tahun seharusnya kita sudah punya GOR di Lombok Utara,” pungkasnya.(iko)






