GerbangIndonesia, Mataram – Sejumlah supplier asal Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, yang terlibat dalam mendukung pekerjaan proyek jalan long segment Lunyuk-Lenangguar mendatangi Kantor Inspektorat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu 26 Agustus 2026.

Kedatangan para supplier tersebut untuk menyampaikan sejumlah persoalan terkait tunggakan pembayaran material oleh PT Amar Jaya Perkasa (AJP), selaku kontraktor pekerjaan long segment Lunyuk-Lenangguar.

Para supplier didampingi Ketua Garda Satu NTB, Abdul Hakim alias Bang Akim. Mereka berharap adanya skema maupun solusi konkret agar tunggakan pembayaran yang hingga kini belum terselesaikan segera mendapatkan kepastian.

Kedatangan tersebut disambut langsung oleh Inspektur Inspektorat Provinsi NTB, Dr. Budi Herman, S.H., M.H. Ia menyambut baik langkah para supplier yang datang untuk berkonsultasi dan mencari jalan keluar atas persoalan yang mereka hadapi.

Dr. Budi mengatakan dirinya memahami kondisi para supplier yang telah berpartisipasi dalam mendukung kelancaran pekerjaan jalan tersebut.

“Saya sangat paham dengan kondisi teman-teman supplier yang belum dibayarkan. Haknya teman-teman ini tentu menjadi perhatian saya juga dan akan kami selesaikan semuanya,” tegas Dr. Budi.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat masih menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, dirinya pernah meminta agar kontrak PT AJP diputus dan perusahaan tersebut diberikan sanksi blacklist.

“Saya minta saat itu pekerjaan diputus kontrak dan PT AJP di-blacklist karena sudah menggurita,” ujar Dr. Budi.

Menurutnya, pada saat dilakukan rapat, pihak PT AJP menyampaikan bahwa progres pekerjaan telah mencapai sekitar 65 persen dan anggaran pekerjaan telah dicairkan.

“Duitnya sudah habis dicairkan, sementara pekerjaan masih belum terselesaikan pada saat itu,” ungkapnya.

Dr. Budi menegaskan, saat ini Inspektorat Provinsi NTB tengah melakukan audit terhadap pekerjaan ruas jalan long segment Lunyuk-Lenangguar.

Ia juga meminta Dinas PUPR Provinsi NTB segera menyelesaikan seluruh administrasi yang dibutuhkan agar proses audit dapat segera dituntaskan.

“Saat ini kami sedang melakukan audit jalan long segment Lunyuk-Lenangguar. Insya Allah dalam minggu ini sudah clear,” katanya.

Terkait persoalan tunggakan para supplier, Dr. Budi mengapresiasi langkah mereka yang memilih menempuh jalur komunikasi dan konsultasi dengan Inspektorat untuk mencari solusi.

“Kepada teman-teman di Lunyuk, saya titipkan jalan long segment Lunyuk-Lenangguar. Saya berusaha akan mencari jalan keluar menyelesaikan semua tunggakan yang belum terbayar. Mohon bersabar, insya Allah pasti kita selesaikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Garda Satu NTB Abdul Hakim alias Bang Akim mengapresiasi sikap Inspektur Inspektorat NTB yang telah memberikan ruang kepada para supplier untuk menyampaikan persoalan sekaligus mencari solusi.

Bang Akim menyebut para supplier asal Lunyuk telah berada di Mataram selama sekitar 22 hari untuk memperjuangkan kepastian pembayaran. Namun, menurutnya, mereka masih terkatung-katung karena sejumlah janji dari pihak yang disebutnya sebagai oknum kontraktor belum terealisasi.

Bahkan, kondisi tersebut membuat para supplier kesulitan memenuhi kebutuhan selama berada di Mataram, termasuk biaya penginapan.

“Saya sangat berterima kasih kepada Inspektur yang telah mengambil alih dalam penyelesaian teman-teman supplier ini. Langkah ini yang saya harapkan dari kemarin supaya ada kejelasan untuk teman-teman,” tegas Bang Akim.

Ia berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan melalui mekanisme yang tepat dan tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.

Bang Akim juga mengimbau masyarakat Lunyuk, khususnya para supplier yang terdampak persoalan pembayaran, agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat luas.

“Mari kita jaga kamtibmas agar tetap kondusif. Kita tunggu informasi selanjutnya dari Inspektorat. Insya Allah pasti terselesaikan,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here