
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara terus mendorong pelestarian Maulid Adat Bayan sebagai salah satu kekayaan budaya sekaligus identitas masyarakat Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Sekda Kabupaten Lombok Utara Sahabudin, mengatakan Maulid Adat Bayan memiliki nilai penting karena memperlihatkan eratnya hubungan antara agama dan budaya dalam kehidupan masyarakat.
“Maulid Adat ini memberikan kita gambaran bahwa agama dan budaya itu saling berdampingan dan bahkan saling melengkapi dalam kehidupan masyarakat kita, khususnya di Kabupaten Lombok Utara,” katanya, belum lama ini.
Menurutnya, keberadaan Maulid Adat Bayan menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah yang perlu terus dijaga dan dikembangkan. Tradisi tersebut juga memperlihatkan proses akulturasi berbagai budaya yang hidup berdampingan di Lombok Utara.
Hal itu, kata Sahabudin dapat dilihat dari berbagai pertunjukan budaya yang ditampilkan dalam rangkaian pelaksanaan Maulid Adat Bayan.
“Di sini kita diberikan gambaran bahwa telah terjadi akulturasi antara berbagai budaya, baik budaya kita sendiri di Bayan dengan berbagai adat lain, baik adat Jawa maupun adat Bali,” jelasnya.
Ia menyebut keterbukaan terhadap berbagai budaya tersebut menjadi salah satu modal penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Selain menjadi warisan budaya, adat juga dinilai memiliki peran dalam membentuk dan memperkuat solidaritas sosial masyarakat.
Dengan terjaganya solidaritas tersebut, keharmonisan masyarakat setempat dengan masyarakat dari luar daerah diharapkan tetap terpelihara. Pemkab Lombok Utara juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata yang telah menjadikan Maulid Adat Bayan sebagai salah satu event nasional.
“Dengan adanya ini tentunya adat kami di Kabupaten Lombok Utara insyaallah akan terus terjaga, baik budaya aslinya maupun budaya hasil dari akulturasi tadi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwasata Kabupaten Lombok Utara Denda Dewi Tresni Budi Astuti berharap pelaksanaan Maulid Adat Bayan ke depan dapat terus ditingkatkan. Pemkab Lombok Utara juga membuka ruang bagi masukan dari pemerintah provinsi maupun pihak terkait untuk memperbaiki penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara, kami menyampaikan permohonan maaf apabila ada hal-hal yang kurang dalam pelaksanaan Maulid Adat Bayan sebelumnya,” pungkasnya.(iko)






