Tim RSUD KLU saat melakukan peninjauan ke pasien rawat inap. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara melalui Unit Pelayanan Dialisis menggelar kegiatan edukasi kesehatan bertema “Hidup Berkualitas dengan Hemodialisis”. Agenda ini dilaksanakan sebagai upaya nyata dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran pasien dan keluarga terkait proses perawatan cuci darah (hemodialisis).

Kegiatan edukasi tersebut disambut antusias oleh para pasien penyakit ginjal kronis beserta anggota keluarga yang hadir memberikan dukungan moral secara langsung.

Kepala Bidang Humas RSUD Kabupaten Lombok Utara, Okta Santika Iriani, menyampaikan bahwa edukasi ini dirancang khusus untuk memberikan pemahaman yang komprehensif namun tetap mudah dicerna oleh masyarakat umum.

Dalam sesi edukasi, para peserta mendapatkan ceramah awam yang disampaikan langsung oleh dr. Ida Bagus Nyoman Mahendra, Sp.PD-KGH., FINASIM. Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi tersebut memaparkan berbagai materi krusial, mulai dari prosedur terapi hemodialisis, penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, hingga poin-poin penting yang wajib diperhatikan pasien selama menjalani masa pengobatan.

Okta Santika Iriani menjelaskan bahwa keterlibatan aktif keluarga menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan terapi hemodialisis. Edukasi ini diharapkan dapat mendorong kedisiplinan dan semangat pasien dalam menjalani rangkaian pengobatan rutin.

“Edukasi ini diharapkan dapat membantu pasien dan keluarga memahami pentingnya kepatuhan terhadap terapi, menjaga kesehatan, serta menjalankan pola hidup yang mendukung keberhasilan pengobatan,” ujar Kabid Humas RSUD Lombok Utara, Okta Santika Iriani, Sabtu (03/10/2026).

Melalui perpaduan antara edukasi berkala dan supervisi klinis yang berkelanjutan, RSUD Kabupaten Lombok Utara menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu serta standar pelayanan medis di Unit Dialisis.

Okta menambahkan, sinergi yang kuat antara tenaga kesehatan, pasien, dan pendamping keluarga akan membentuk ekosistem perawatan yang optimal.

“Dengan pendampingan yang tepat dan pemahaman medis yang baik, para penderita penyakit ginjal kronis diharapkan tetap optimis dan mampu menjaga kualitas hidup yang baik,” pungkasnya.(iko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here