Peringatan Hari Anak Nasional yang berlangsung di Alun-alun Tanjung. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Suasana semangat mewarnai Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang mengusung tema “Anak Lombok Utara Berani Bermimpi, Berkarya dan Menginspirasi”. Acara berlangsung di Alun-Alun Tioq Tata Tunaq, Tanjung, Minggu (04/10/2026), dan dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT.

Dalam sambutannya, Bupati Najmul menegaskan pesan utama yang menjadi roh peringatan hari anak , dimana anak bukan sekadar generasi penerus, melainkan pemilik masa depan dan sumber energi moral bagi perjalanan panjang daerah.

“Anak-anak adalah pemilik masa depan sekaligus sumber energi moral bagi perjalanan panjang daerah, ketika kita berbicara tentang anak, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang wajah KLU dua puluh hingga tiga puluh tahun yang akan datang, bagaimana kita mengelola, mendidik, dan melindungi mereka hari ini, begitulah wajah Lombok Utara di masa depan,” ujar Bupati.

Di hadapan anak-anak, Bupati Najmul berpesan agar mereka tidak pernah takut bercita-cita tinggi, tidak ada mimpi yang terlalu tinggi selama ditempuh dengan ilmu, kerja keras, disiplin, doa, dan akhlak mulia.

“Jangan pernah merasa kecil karena berasal dari desa, justru desa adalah sekolah kehidupan yang paling jujur, disanalah kita belajar tentang ketekunan, gotong royong, kemandirian, kedekatan dengan alam, dan kedekatan dengan tuhan,” pesannya.

Kepada para orang tua, Bupati Najmul mengajak untuk mengubah cara bertanya kepada anak. Tidak hanya menanyakan “mau jadi apa nanti?”, tetapi juga “apa yang membuatmu bahagia? Apa yang membuatmu semangat belajar? Apa yang bisa kamu lakukan untuk membantu orang lain?”.

Menurutnya, pemerintah akan terus mendorong ekosistem pendidikan yang memberi ruang bagi anak untuk berolahraga, berkesenian, mengembangkan teknologi, menjaga lingkungan, dan mengenal budaya lokal, anak harus diberi kesempatan luas untuk mencoba, gagal, bangkit, dan menemukan cara yang lebih baik.

Bupati dua periode ini menyebut tingginya kasus kekerasan terhadap anak, perkawinan anak usia dini, dan anak putus sekolah masih menjadi pekerjaan rumah besar di Lombok Utara.

“Perayaan Hari Anak Nasional tidak boleh hanya menjadi panggung kegembiraan, Ia harus menjadi cermin bagi kita, anak yang mengalami kekerasan membutuhkan perlindungan, pemulihan, pendampingan, dan kesempatan untuk kembali tumbuh secara sehat,” tegasnya.

Untuk itu, ia menegaskan kehadiran Sekolah Rakyat yang progres pembangunannya hampir rampung, sekolah Rakyat, adalah deklarasi pemerintah bahwa tidak boleh ada lagi anak Lombok Utara yang tidak sekolah karena alasan ekonomi.

“Tidak ada lagi anak kita yang putus sekolah karena orang tuanya tidak mampu, insyaAllah melalui Sekolah Rakyat ini semua tertangani,” imbuhnya.(iko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here