GerbangIndonesia, Lombok Barat — Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, mulai menyita perhatian masyarakat. Memasuki tahapan pendaftaran calon pada Senin (5/10/2026), muncul nama baru yang menyatakan kesiapannya ikut bertarung dalam pesta demokrasi tingkat desa tersebut.

Agus Sueb, seorang mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pernah lama bekerja di Korea Selatan, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa Terong Tawah.

Menariknya, kedatangan Agus Sueb ke Kantor Desa Terong Tawah tidak dilakukan seorang diri. Ia diantar ratusan simpatisan yang memberikan dukungan sekaligus mengiringi langkahnya menuju lokasi pendaftaran.

Berangkat dari kediamannya sekitar pukul 09.00 WITA, rombongan Agus Sueb berjalan menuju Kantor Desa Terong Tawah dengan diiringi alunan musik tradisional Gendang Beleq. Setibanya di kantor desa, rombongan langsung disambut panitia penerimaan pendaftaran calon kepala desa.

Dengan mengenakan pakaian yang rapi, Agus Sueb terlihat tersenyum dan menyapa para pendukungnya sebelum memasuki lokasi pendaftaran.

Usai menyerahkan berkas pendaftaran, Agus Sueb menyampaikan alasan dirinya memutuskan maju dalam kontestasi Pilkades Terong Tawah.

Menurutnya, keputusan tersebut bukan langkah yang diambil secara tiba-tiba. Ia mengaku telah melakukan pendalaman dan melihat berbagai persoalan yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian dalam pembangunan desa.

Salah satu yang menjadi sorotannya adalah perkembangan Desa Terong Tawah yang dinilainya belum menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan desa-desa lainnya.

“Saya melihat perkembangan Desa Terong Tawah belum signifikan. Padahal posisi desa ini sangat strategis karena berbatasan langsung dengan pusat Kota Mataram,” ujar Agus Sueb.

Selain persoalan pembangunan, Agus Sueb juga menyoroti masalah sampah yang menurutnya masih menjadi salah satu persoalan yang dirasakan masyarakat.

Ia juga menyinggung kondisi sarana pemerintahan desa yang dinilainya masih perlu dibenahi, termasuk belum tersedianya ambulans desa. Menurutnya, fasilitas tersebut penting untuk mendukung kebutuhan masyarakat, terutama dalam kondisi darurat.

Tak hanya itu, Agus Sueb turut menyoroti keberadaan Karang Taruna yang menurutnya perlu kembali diaktifkan agar dapat menjadi wadah bagi generasi muda desa untuk berkreasi dan berkontribusi dalam pembangunan.

“Masalah sampah menjadi salah satu perhatian saya. Kemudian fasilitas desa, termasuk ambulans desa, serta bagaimana Karang Taruna bisa kembali aktif,” katanya.

Agus Sueb menegaskan, keputusannya maju dalam Pilkades Terong Tawah telah melalui proses pertimbangan yang cukup panjang. Ia mengaku tidak ingin pencalonannya hanya sebatas mengikuti kontestasi, tetapi membawa sejumlah gagasan yang menurutnya dapat menjadi bahan pembenahan ke depan.

Dalam pencalonannya, Agus Sueb mengusung jargon “Jujur, Adil dan Transparan”.

“Jujur, adil dan transparan. Itu yang saya usung,” tegasnya.

Pendaftaran Agus Sueb dengan iringan ratusan simpatisan dan Gendang Beleq menambah dinamika Pilkades Terong Tawah. Selanjutnya, tahapan verifikasi dan proses penetapan calon akan menjadi bagian dari rangkaian Pilkades yang tengah berlangsung.

Kontestasi di Desa Terong Tawah pun diperkirakan akan semakin menarik seiring munculnya para calon dengan latar belakang dan gagasan masing-masing untuk membawa arah pembangunan desa ke depan. (dil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here