GerbangIndonesia, Lotim – Satuan Pendidikan Tingkat Sekolah Luar Biasa (SLB), Sekolah Menengah Pertama (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Lotim menggelar simulasi pembelajaran secara tatap muka berjalan lancar. Simuliasi ini rencananya berjalan tiga tahap, dan sudah melalui dua tahap.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Lombok Timur, H Mahsun menjelaskan, selama melakukan simulasi pembelajaran secara tatap muka belum ada cluster baru Covid-19.
“Ini yang menjadi kesukuran kita. Walapun kita masih dalam zona orange, tapi tidak ada cluster baru, baik pada simulasi tahap satu maupun tahap dua,” beber H Mahsun, Kamis (5/11).
Dikatakan, simulasi tahap tiga ini dimulai pada pekan ke tiga bulan Oktober hingga minggu pertama bulan November. Adapun hasil pemantaun pihaknya, sekolah sudah semakin siap untuk melakukan simulasi tersebut.
Lanjutnya, saat ini kesepian sekolah dan para siswa semakin siap. Baik dari sisi mental, sarana prasarana Covid-19 sudah disedikan.
“Kita menunggu untuk perkembangan berikutnya, kalau simulasi tahap tiga dan empat ini sudah selesai, maka akan dibuat kajian lagi. Karena simulasi ini sifatnyakan hanya 50 persen jumlah siswa yang masuk,” jelas dia.
Ia menambahkan, saat ini semua sekolah negeri sudah melakukan simulasi. Sedangkan pada tahap pertama hanya 50 persen dan tahap kedua 75 persen dan tahap tiga 100 persen.
Untuk jumlah sekolah di Lotim sendiri, SLB sebanyak tiga sekolah, SMA 23 sekolah dan SMK 12 sekolah. Kemudian untuk mengantisipasi berkerumunnya anak-anak di sekolah selama simulasi, waktu masuk maupun pulangnya perkelasnya sudah di ataur secara zig-zag.
“Untuk siswanya 50 persen perkelasnya, sift berikutnya juga sama, karena dia pakai dua sif dan kita sampai simulasi empat,” tandasnya. (*)
Tegakkan protokol kesehatan dengan #pakaimasker, #jagajarak, dan #cucitangan.







