GerbangIndonesia, Lotim – Pengiriman benih Lobster sejak dibuka Juni 2020 hingga saat ini di Lombok Timur tercatat sebanyak 600 ribu benih. Namun saat ini  proses ekspor benih lobster tidak dapat dilakukan akibat penutupan kran ekspor sementara. Penutupan juga imbas dari dibekuknya Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo , Rabu (25/11) lalu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Timur, Hariadi Suranggana mengatakan, sebanyak 200 ribu lebih yang masyarakat Lotim terdaftar atau terverifikasi menggantungkan hidupnya sebagai nelayan.

“Lokasi budidaya benih lobster yang terdapat di Lotim sebanyak 10 ribu lubang yang tersebar di dua kecamatan yaitu di Kecamatan Jerowaru dan Kecamatan Keruak,” ujar Hariadi, Jumat (27/11).

Adapun untuk harga benih lobster jenis pasir seharga Rp 20 ribu, sementara lobster jenis mutiara per ekornya menembus harga Rp 48 ribu.

Hingga saat ini pengiriman benih Lobster secara resmi dari Lotim, tercatat sevanyak 600 ribu benih lobster, dari jumlah benih lobster tersebut. Diperkirakan perputaran uang ditingkat pengusaha dan masyarakat mencapai Rp 6 miliar.

“Dibukanya keran ekspor benih lobster juga membantu untuk meningkatkan prekonomian masyarakat khususnya para nelayan,” katanya.

Sementara lanjutnya, adanya penutupan kran ekspor benih lobster pada beberapa hari lalu, diperkirakan bersifat sementara. Dirinya mengaku belum mengetahui nantinya penutupan tersebut dilakukan secara permanen atau tidak oleh pemerintah pusat.

“Peran kami di Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten hanya sebatas memberikan surat surat keterangan asal benih saja,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here