GerbangIndonesia, Lotim – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur bekerjasama dengan PT Bagoes Bersaudara melakukan sosialisasi kepada calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) tujuan Polandia, Senin (29/3). Sosialisasi tersebut untuk menjawab keresahan masyarakat terkait pemberangkatan tenaga kerja keluar negeri dengan tujuan Polandia.

“Terkait penempatan PMI ke luar negeri perusahaan harus memiliki Job Order (JO) yang dimiliki perusahaan penempatan Migran Indonesia yang sudah tertuang di Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN). Jadi bukan sembarangan,” ujar Kabid Penempatan dan Perluasan Kerja Disnakertrans Lotim, Moh Hirsan.

Kata dia, PT Bagoes saat ini sudah memiliki JO pemberangkatan ke Polandia dengan pebempatan kerja Asembling Worker dan Production Worker. Sehingga masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri diarahkan ke PT Bagoes, termasuk CPMI yang beberapa waktu lalu bermasalah.

Kata dia, hingga saat ini, PT yang terdaftar SISKOTKLN Disnaker Lotim yang memiliki JO ke Poladia hanya PT Bagoes saja. Keudian job penempatan ke Polandia juga masih terbatas.

“Untuk mendaptkan JO itu bukan perkara mudah membutuhkan pekerja yang ekstra, saya menjaminkan diri keamanan PT ini sehingga kita ikut melakukan sosialisasi ini,” tegasnya.

Sementara itu Direktur PT Bagoes Bersaudara, Lutfi Sungkar mengatakan, pihaknya saat ini sudah mendapatkan Job Order ke Polandia sebanyak 200 orang. 100 kuota diantaranya penempatan sektor otomotif atau  Asembling Worker dan Production Fod.

“Production ini juga terdiri dari beberapa kategori, bisa di pabrik roti, makanan dan lain-lain. Untuk tahap pertama ini, untuk tahap selanjutnya ada 600 orang lagi yang insya Allah dalam waktu dekat ini,” bebernya.

Dirinya juga menjamin PMI yang akan berangkat tersebut aman. Mengingat perusahannya sudah diakui legalitasnya. Menurutnya, banyaknya pemberangkatan ke Polandia yang selama ini bermaslah karena berangkat secara mandiri dan nonprocedural, sehingga tidak perusahaan yang bertanggung jawab ketika PMI bermasalah baik sebelum berangkat maupun di luar negeri.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, sebelum CPMI diberangkatkan terlebih dahulu akan ditraining selama dua pekan, hingga satu bulan untuk pengetahuan tentang pekerjaan dan bahasa.

“Pemberian training itu menyangkut keahlian dan bahasa. Jadi ketika mereka ditanya nanti jangan sampai CPMI kita tidak tau apa-apa,” ucapnya.

Adapun untuk pembiayaan sendiri, akan dibiaya oleh Keridit Usaha Rakyat (KUR). Dimana pihaknya sudah bekerjasama dengan beberapa bank untuk penyediaan pinjaman KUR tersebut.

“Pemberangkatan ini sepenuhnya dibiayai oleh KUR, jadi mereka nanti bisa meng-kredit dalam jangka waktu setahun atau dua tahun,” tutupnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here