Sejumlah masyarakat di Lotim, yang melakukan pengecekan KIS BPJS kesehatan di Kantor Dinas Sosial Lotim. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Sebanyak 108.419 masyarakat miskin penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau BPJS Kesehatan yang sumber dananya dari APBN di Lombok Timur mengalami non aktif sejak September lalu.

Kasi Limjamsos Dinsos Lotim, Jumadil mengatakan, hal tersebut dikarenakan data masyarakat tidak terdata di ID semesta, yang dulunya dikenal dengan ID DTKS. Mengingat berdasarkan SK 92, tanggal 15 September 2021 para peserta harus memenuhi syarat ID DTKS atau ID semesta.

Baca Juga: Wagub NTB: PLN Pastikan Listrik di Ajang WSBK Aman

“Karena sumber dananya dari APBN ada syarat mutlak yang disebut ID Semesta karena BPJS yang tidak aktif ini dananya bersumber dari APBN,” bebernya saat di temui di kantornya, Selasa (9/11).

Saat ini pihaknya tengeh mengejakan data para peserta yang tidak aktif kartunya tersebut untuk dilaporkan kepada Kementerian Kesehatan.

Adapun kementerian memberikan deadline waktu hingga 11 November untuk melporkan peserta yang non aktif tersebut. Jika lebih dari waktu tersebut konsekuensinya kartu para peserta akan dikenakan non aktif kembali.

“Kami harap masyarakat segera melakukan pengecekan kartunya, karena kita diberikan waktu dua bulan untuk menguji kelayakan kartunya,” kata dia.

Baca Juga: Test Drive Sirkuit Mandalika, Menko Airlangga: Luar Biasa, Sangat Indah!

Kata dia, jika ada masyarakat yang kartu BPJS-nya tidak aktif, yang bersangkutan atau keluarga bisa datang langsung ke Dinsos Lotim dengan menunjukkan kartu KIS BPJS.

“Nanti dicek, penonaktifan SK nomor berapa. Setelah itu nanti dicek nomor Kartu Keluarganya (KK) apakah KK itu sudah masuk di SIG atau tidak,” tutupnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here