
GerbangIndonesia, Lotim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur saat ini tengah memfokuskan diri untuk melakukan vaksinasi dosis kedua. Sebab capaian vaksinasi dosis kedua di Lotim dinilai masih rendah.
Baca Juga: Wagub NTB: PLN Pastikan Listrik di Ajang WSBK Aman
Kepala Dinas Kesehatan Lotim, H Fathurahman menyampaikan, capaian vaksinasi di Lotim hingga saat ini baru mencapai 214.542 atau sekitar 22,52 persen dari jumlah populasi penduduk Lotim. Sehingga ke depan pihaknya akan lebih fokus melakukan vaksinasi dosis kedua.
“Oleh karena itu mulai minggu ini, kita akan lebih fokus menargetkan untuk dosis dua. Mengejar dosis pertama,” terang H Fathurahman saat ditemui Gerbang Indonesia, di ruangannya, Kamis (11/11).
Kata dia, dengan difokuskannya vaksinasi di Lotim, bukan berarti vaksinasi dosis pertama tidak dilakukan atau dilupakan. Mengingat masih ada masyarakat yang belum melakukan vaksinasi dosis pertama.
“Dosis satu total dan dosia satu lansia ini tidak boleh kita lupakan, tetap kita prioritaskan. Tapi di satu sisa kita harus mengejar get antara dosis satu dan dosis dua itu,” katanya.
Adapun pihaknya juga tengah melakukan antisipasi jika nantinya terjadi indikator penilaian yang bisa menyebabkan level Lotim menurun. Mengingat beberapa waktu lalu, level Lotim sempat menduduki level tiga dikarenakan bertambahnya indikator penilaian.
Diakuinya pula, penurunan level Lotim yang menduduki level tiga, selain dikarenakan capaian vaksinasi yang masih rendah juga dikarenakan lemahnya tracing.
“Terkait Covid-19 memang kita harus sering-sering melakukan analisa dan mencari informasi dari pusat,” serunya.
Selain menargetkan dosis kedua, pihaknya juga menargetkan vaksinasi terhadap lansia. Sebab capaian vaksinasi lansia di Lotim baru mencapai 48,30 persen untuk dosis pertama.
Baca Juga: Test Drive Sirkuit Mandalika, Menko Airlangga: Luar Biasa, Sangat Indah!
Untuk diketahui, perhari Rabu (10/11), capaian vaksinasi di Lotim mencapai 71,31 persen untuk dosis pertama. Sementara dosis kedua, baru mencapai 22,89 persen. Sedangkan dosis kedua khusus Nakes, sebanyak 85,86 persen. (abi)
Editor: Lalu Habib Fadli






